Petugas upacara terdiri dari mahasiswi dan siswi dari berbagai lembaga yang ada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Pada upacara peringatan Hari Santri Nasional kali ini, Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, Ning Zulfa menyampaikan tentang peran penting santri dalam sejarah dan perkembangan bangsa, serta tantangan santri di masa yang akan datang.

Beliau menyampaikan bahwa santri memiliki peran besar dalam menjaga agama dan negara. Sejarah telah mencatat, bagaimana santri di masa lalu ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad yang diserukan oleh para ulama menjadi bukti nyata bahwa santri memiliki tanggung jawab tidak hanya di bidang agama, tetapi juga dalam menjaga keutuhan negara. Namun, perang santri masa kini bukan lagi berperang secara fisik, tapi melalui ilmu dan akhlak yang dimiliki. Oleh sebab itu, santri harus mampu menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Kewajiban kita adalah menimba ilmu dengan sungguh-sungguh. Ilmu adalah cahaya yang akan menerangi jalan kita di dunia dan akhirat. Tapi ingat, ilmu tanpa akhlak seperti pohon tanpa buah. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa akhlak yang baik adalah salah satu ciri dari kesempurnaan iman. Maka, dalam setiap langkah kita menuntut ilmu, jangan pernah lupakan akhlakul karimah. Berperilakulah jujur, rendah hati, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Tidak menyakiti, baik secara lisan maupun perbuatan,” tegas beliau.

Ning Zulfa juga berpesan bahwa santri harus bisa menjadi pribadi yang istikamah dan sabar. Karena menjadi santri bukanlah perkara mudah. Banyak ujian dan cobaan yang harus dihadapi, baik dalam hal kesabaran menuntut ilmu maupun menghadapi berbagai tantangan kehidupan di pesantren. Selain itu, menjadi santri harus sabar dalam menjalani lelahnya belajar, sabar saat jauh dari orang tua, sabar dalam menjalani keseharian dengan kesederhaan dan kemandirian.
“Jangan lupa untuk selalu berbakti kepada orang tua dan guru. Rida Allah ada pada rida orang tua, dan rida ilmu ada pada rida guru. Oleh karena itu, hormati dan patuhilah kedua orang tua dan guru kita, karena merekalah yang menjadi jalan kita meraih kesuksesan dan keberkahan hidup, baik di dunia dan akhirat kelak. Mari kita jadikan momentum hari santri ini sebagai pengingat bahwa kita adalah generasi penerus yang memiliki tanggung jawab besar, baik dalam menjaga agama, mengamalkan ilmu, maupun mengabdi kepada bangsa,” pesan beliau di akhir amanatnya di depan peserta upacara.
Upacara berlangsung khidmat walaupun panas matahari mulai menyengat. Upacara yang dimulai pada pukul 07.00 WIB ini, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nyai Hj. Lailatul Qamariyah. (*)
—————————————-
Pewarta: Fatna Harista
Editor: Fathorrozi


