Usai pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila dan Ikrar Santri, KH. Yazid Karimullah yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan amanat di depan peserta upacara. Dalam amanatnya, beliau memupuk semangat tanggung jawab.
“Setelah pendiri NU, Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari menegakkan resolusi jihad, lalu bergelora semangat kaum santri untuk berjuang demi membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kemudian, setelah Indonesia merdeka, menyisakan PR yang perlu kita tuntaskan bersama, yaitu mau dibawa ke mana negara ini? Ini yang perlu kita pikirkan,” tutur beliau.
Untuk mengejawantah keinginan tersebut, beliau mengajak agar para santri ikut bertanggung jawab menjaga keutuhan NKRI. Beliau pula mengimbau agar dewan guru bertanggung jawab terhadap para santri.
“Para guru bertanggung jawab dunia-akhirat kepada santri. Oleh karena itu, saya harap dewan guru tidak hanya mengajar saja, tetapi ikut membentuk karakter santri yang mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” imbuh beliau.
Sebelum memungkasi amanat inspektur upacara, beliau berharap dewan guru bekerja sama dengan pengurus pesantren juga ketua kamar dalam menyukseskan visi dan misi pesantren. Selanjutnya beliau berdoa, semoga pimpinan lembaga dan dewan guru selalu dalam bimbingan Allah. Serta para santri, semoga mendapat hidayah dan dianugerahi ilmu yang berkah dan manfaat.
Saat peserta upacara dibubarkan, rangkaian Hari Santri Nasional yang digelar oleh Pondok Pesantren Nurul Qarnain belumlah selesai. Usai upacara, para santri dan dewan guru laksanakan makan bersama menggunakan nasi gulung. Santri putri makan bersama di halaman asrama putri. Santri putra makan bersama di halaman auditorium. Sementara para guru dan dosen makan bersama di dalam aula.
“Seandainya disatukan, bisa jadi ini merupakan nasi gulung terpanjang se-Jember,” simpul Ning Hj. Zulfa Yazid, inisiator makan bersama dengan nasi gulung.
Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan, salah satu tujuan makan bersama pakai nasi gulung ini adalah untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, kekompakan dan nilai persatuan yang perlu dilestarikan.
Tepat pukul 09.00 WIB, setelah selesai makan bersama pakai nasi gulung, para santri kembali berkumpul di halaman asrama putri untuk kirab. Kirab ini dilepas dan diberangkatkan oleh KH. Yazid Karimullah dengan rute ke arah timur Pondok Pesantren Nurul Qarnain, terus ke utara ke arah Sukowono, lalu ke arah Kampung Tengah, dan kembali lagi ke pesantren.
Sebelum melepas kirab santri, beliau berpesan agar santri selama di jalan tetap menjaga akhlak, menjunjung tinggi nilai kesantrian dan tidak urakan.
Sebelum azan Zuhur berkumandang dari pengeras suara Masjid Dzul Qarnain, para santri yang mengikuti kirab telah sampai dengan selamat di Pondok Pesantren Nurul Qarnain.*)
————————-
Pewarta: Fathorrozi


