JEMBER_nurulqarnain.net –Malam Penganugerahan Bintang Lajnah Qiro’atuna Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Sabtu (27/9/2025), menjadi momen penting bagi para santri. Dalam acara yang berlangsung di Auditorium KH. Yazid Karimullah tersebut, Ustaz Zaenol menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kedekatan umat Islam dengan Al-Qur’an, bukan hanya sebatas kemampuan membaca.
Dalam sambutannya, Kepala Madrasah Muadalah Tsanawiyah Ustaz Zaenol menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an harus disertai dengan pemahaman dan pengamalan. “Seharusnya seluruh santriwan dan santriwati bukan hanya bisa membaca ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga mampu memahami isi kandungan ayat tersebut. Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya orang yang paling tinggi derajatnya adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an,’” tuturnya di hadapan para santri, pembina, dan pengurus Lajnah Qiro’atuna.
Ia kemudian menjelaskan bahwa Al-Qur’an mengandung banyak petunjuk yang mencakup seluruh aspek kehidupan. “Banyak hal duniawi dan kemanusiaan telah dijelaskan dalam ayat-ayat suci Al-Qur’an, termasuk tentang pentingnya mempersatukan perbedaan. Di Lajnah Qiro’atuna, berbagai lembaga bisa menyatu dalam satu lingkup. Ini sejalan dengan salah satu ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa perbedaan dapat membawa kedamaian,” terang Ustaz Zaenol.
Lebih jauh, Ustaz Zaenol mengingatkan para santri agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menilai karakter seseorang. “Jika ingin mengetahui pribadi seseorang, perhatikan apakah ia setiap hari meneladani isi Al-Qur’an dan terus membacanya. Itu sudah cukup untuk mengenal kepribadiannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Zaenol juga mengutip pandangan para ulama kontemporer. Menurut Prof. Syekh Said Al-Qorni, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami maknanya. Sementara itu, Dr. Yusuf Al-Qaradawi menegaskan bahwa Al-Qur’an selalu relevan dan dapat diterapkan dalam setiap waktu dan keadaan.
Pesan yang disampaikan Ustaz Zaenol menjadi pengingat bagi seluruh santri bahwa Al-Qur’an adalah sumber ajaran yang harus dipelajari, dipahami, dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dibaca pada momen tertentu.
————————————–
Pewarta: A. Sulthon Arafat
Editor: Wildan Miftahussurur


