Waketum PBNU: Indonesia Butuh Kiprah dari Lulusan Pesantren

Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Zulfa Mustofa, saat berceramah kepada puluhan ribu hadirin di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Jember, pada acara Maulid Nabi Muhammad dan Haflatul Imtihan, Senin (10/10/2022), mengingatkan pentingnya pesantren dalam mencetak para santri agar dapat berkiprah di berbagai instansi pemerintahan dan lainnya.

Dalam ceramahnya, ia menyatakan, dari 38.000 pesantren yang tersebar di Indonesia, 60% bernaung di bawah Nahdhatul Ulama. Namun, ia mengingatkan minimnya lulusan pesantren yang ikut andil dalam instansi besar dan pemerintahan di Indonesia.

“Indonesia membutuhkan santri yang berkiprah menjadi tokoh-tokoh besar di luar pesantren, seperti KH. Abdurrahman Wahid yang pernah menjabat sebagai Presiden RI. Contoh lain, KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden Indonesia saat ini, beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Tebuireng,” ungkapnya.

KH. Zulfa Mustofa juga menyampaikan betapa unggulnya pendidikan pesantren daripada lembaga pendidikan di luar pesantren.

“Saya alumni pesantren dan saya bangga pernah belajar di pesantren, karena pendidikan pesantren lebih unggul daripada di luar. Ngaji kepada ulama di pesantren, bukan sekadar diajari ilmu, tetapi juga ditanamkan karakter yang tangguh, dan diajarkan mandiri,” imbuhnya.

Waketum PBNU itu juga bercerita tentang Gus Dur saat menjadi Ketua PBNU dan Presiden RI.

“Gus Dur saat menjadi Ketua Umum PBNU dulu, rajin sowan kepada pengasuh, ulama pesantren dan kiai yang ada di Indonesia. Saat dilantik sebagai presiden pun kebiasaan beliau tidak hilang. Dan guru saya, KH. Abdullah Salam adalah ulama yang disowani pertama kali oleh beliau sejak dilantik sebagai presiden,” cerita beliau.

Alumnus salah satu Pondok Pesantren di Pekalongan tersebut juga menyampaikan bahwa NU lahir dari pesantren, dan pesantren saat ini adalah miniatur organisasi besar Nahdhatul Ulama. Selain itu, beliau juga berpesan agar santri selalu berbahagia.

“Jadi, berbahagialah santri yang ada di pesantren ini, karena kalian bisa belajar kepada kiai yang senantiasa menunggui santri-santrinya,” lanjut beliau.

Di akhir ceramah, beliau mengungkapkan bahwa pondok-pondok besar Nahdhatul Ulama Indonesia mayoritas berada di Jawa Timur. Beliau menyatakan, ”Muslim dan santri NU sebagian besar terdapat di Jawa Timur. Insya Allah, surga nanti akan dipadati oleh penduduk Jawa Timur.” *)

 

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *