Hari Raya Santri dan Maulidan di Pondok Pesantren Nurul Qarnain

‘Hari Raya Santri’, begitulah kiranya kalangan santri dan alumni menyebut perhelatan Haflatul Imtihan yang selalu bertepatan dengan momentum Maulid Nabi. Lebih-lebih, dua tahun selama pandemi ini, Pondok Pesantren Nurul Qarnain hanya mengadakan kegiatan tertutup tanpa khalayak. Guna memeriahkan lebaran santri kali ini, Pondok Pesantren Nurul Qarnain mengadakan Pengajian Akbar sekaligus Haflatul Imtihan yang diselenggarakan tepat pada malam Selasa kemarin (10/10/2022). Dihadiri oleh pengasuh pondok pesantren tersohor Jawa Timur, yaitu Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, dan Wakil Ketua PBNU, KH. Zulfa Mustofa. Tak hanya itu, acara yang penuh syafaat ini juga dihadiri oleh Dr. Alwi, M.Hum., Kepala Dinas Sosial Jawa Timur.

Diawali dengan sambutan dari Wakil Pengasuh III, KH. Badrut Tamam, M.H,I. Beliau menjabarkan bahwa tidak semua alumni pondok pesantren hanya lulus dan berdiam diri di rumah saja tanpa jabatan strategis. Tapi banyak pula tokoh-tokoh besar di Indonesia berasal dari alumni pondok pesantren, contohnya Wakil Presiden Republik Indonesia saat ini, yakni KH. Ma’ruf Amin yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang.

“Tidak menutup kemungkinan santri dari Nurul Qarnain nantinya juga akan mencetak tokoh-tokoh besar,” demikian Dr. Alwi, M.Hum., menyampaikan sambutannya yang setali tiga uang dengan sambutan Gus Tamam, disambut riuh ribuan hadirin mengamini.

“Saya bangga kepada Pondok Pesantren Nurul Qarnain ini, dari 32.000 pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama, Nurul Qarnain adalah pesantren pemilik juara terbanyak dalam banyak ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dan juga menjadi pesantren terbersih,” ungkapnya.

Acara yang sempat disapa sekelebat hujan ini tidak sama sekali menjadi pengaruh yang mengurangi semangat para santri untuk mendengarkan dan menyimak apa yang disampaikan oleh para masayikh di atas panggung kehormatan. Walaupun beralas terompah di atas tanah basah bekas hujan, para santri dan hadirin masih tetap menengadah barakah dari setiap mau’idzah yang diurai oleh masayikh.*)

Pewarta: Izzatun Nafila

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *