Sebanyak 110 wisudawan dikukuhkan, 33 dari Ma’had Aly dan 77 dari STIS, dengan torehan prestasi yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional, baik prestasi akademik maupun non akademik.

Dikenal dengan keunggulan bidang Fikih-Usul Fikih dan takhassus Fikih Siyasah, Ma’had Aly Nurul Qarnain kembali meneguhkan reputasinya lewat prestasi gemilang. Evita Desi Safitri, S.F.U., dinobatkan sebagai wisudawan terbaik.
Selain itu, Evita juga memperkuat prestasinya sebagai juara 1 lomba baca kitab Fathul Mu’in tingkat kabupaten dan lomba baca kitab Fathul Qarib tingkat provinsi. Sementara itu, Muhammad Habib Yusra, S.F.U., mencetak sejarah dengan dua penghargaan bergengsi: penulis risalah terbaik dan juara 1 lomba baca kitab Bidayatul Mujtahid tingkat internasional di Sulawesi Selatan.

Dari STIS Nurul Qarnain, prestasi akademik dan non-akademik tak kalah membanggakan. Penghargaan skripsi terbaik diraih oleh R.A. Harum Sukmo Ningratna dari program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Rosihan Gustiawan Afandi dari Hukum Keluarga Islam (HKI). Sementara itu, Miftahul Jannah (HES) dan Ubaidillah Sodiq (HKI) meraih IPK tertinggi di antara mahasiswa satu angkatan.
Di bidang tahfiz dan karya ilmiah, M. Akmal Marzuqin (HKI) dan Hestin Junaidah (HES) menjadi simbol ketekunan dengan menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Tidak kalah inspiratif, Eva Nur Hakiki (HES) berhasil menorehkan prestasi nasional melalui karya tulisnya.

Prestasi-prestasi ini menjadi bukti konkret bahwa Ma’had Aly dan STIS Nurul Qarnain tidak hanya melahirkan sarjana dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga ketajaman spiritual dan daya saing global.
Para lulusan menunjukkan bahwa pendidikan pesantren bukan sekadar mencetak ahli fikih atau cendekia syariah, tetapi juga pemimpin umat yang berilmu dan berakhlak.
Dengan capaian luar biasa ini, wisuda ke-5 Ma’had Aly dan wisuda ke-3 STIS Nurul Qarnain menjadi momentum penegasan bahwa pesantren tetap menjadi episentrum lahirnya generasi unggul yang memadukan ilmu, iman, dan pengabdian. (*)
———————————
Pewarta: Wildan Miftahussurur & Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi


