Nurulqarnain.net – Kata sahabat tidak asing lagi di telinga kita bahkan sering kali kita mendengar kata “sahabat” dan membahas kata ini, namun tidak banyak dari kita yang tahu siapa itu sahabat. Secara etimologi, kata ṣahabat (صحابة) merupakan bentuk jamak dari kata sahabiy (صحابي) yang bermakna membersamai, mendampingi, dan berinteraksi langsung. Dan secara terminology Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitab al-Ishabat fi Tamyizi Shahabat menyebutkan bahwa sahabat Nabi adalah “orang-orang yang berjumpa dengan Nabi Saw. dalam keadaan beragama Islam, dan meninggal juga dalam keadaan Islam.” Senada dengan pendapat di atas, Al-Hafizh Al-‘Iraqi juga mendefinisikan sahabat sebagai orang yang pernah berjumpa dengan Nabi dan masuk Islam hingga akhir hayatnya,
الصَّحَابِيُّ مَنْ لَقِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْلِماً ثُمَّ مَاتَ عَلَى الإِسْلاَمِ؛ لِيَخْرُجَ مَنِ ارْتَدَّ وَمَاتَ كَافِراً.
Dari definisi ini berarti tidak termasuk sahabat Nabi mereka yang murtad atau mati dalam keadaan kafir. Kemudian, bagi orang yang berjumpa Nabi Muhammad Saw. dalam keadan kafir kemudian masuk Islam setelah Nabi Saw. wafat, maka juga tidak termasuk dalam istilah sahabat Nabi. Demikian menurut pendapat yang masyhur. Lalu, apakah ada di antara kalangan jin yang termasuk sahabat Nabi? Ibnu Hajar dalam kitab Fath Al-Bari jilid 4 halaman 7 mendefinisikan, bahwa jin juga bisa termasuk sahabat Nabi jika memenuhi kriteria sebagaimana penjelasan di atas, yakni berjumpa Nabi serta beriman kepadanya. Karena Nabi Muhammad merupakan rasul yang diutus untuk seluruh alam, termasuk jin.
وقال ابن حجر رحمه الله – عند كلامه في تعريف الصحابي – : ” أما الجن فالراجح دخولهم ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم بعث إليهم قطعا , وهم مكلفون , فيهم العصاة والطائعون , فمن عرف اسمه منهم لا ينبغي التردد في ذكره في الصحابة ” انتهى من ” .
Dalam ilmu musthalahatul hadist sahabat memiliki tempat khusus dalam segi ucapannya yang disebut dengan hadis mauquf, seperti yang disampaikan oleh Jalaluddin al-Suyuthi didalam kitabnya “Tadrib ar-Rawi fi Syarhi Taqrib an-Nawawi”,
تقسيم الحديث باعتبار قائله – الى ان قال- الحديث الموقوف : هو ما أضيف الى الصحابي قولا له أو فعلا وحلا من قرينة تدل على رفعه الى الرسول
Lalu apakah orang yang masuk Islam akan tetapi munafik seperti Abdullah bin Ubay termasuk kategori sahabat? Ibnu Hazm di dalam kitab Al-Ihkam mengatakan bahwa orang munafik sekalipun pernah bertemu dengan Nabi Saw. maka ia tidak termasuk kategori sahabat,
أما الصحابة رضي الله عنهم فهو كل من جالس النبي صلى الله عليه وسلم ولو ساعة ، وسمع منه ولو كلمة فما فوقها ، أو شاهد منه عليه السلام أمرا يعيه ، ولم يكن من المنافقين الذين اتصل نفاقهم واشتهر ، حتى ماتوا على ذلك ..
Oleh: Gus Kafa Nial Agil At-Tamamy
Editor: M. Firmansyah


