Demi Meneguhkan Jati Diri Santri di Tengah Masyarkat, Nurul Qarnain Gelar OCA 2025

JEMBER_nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain kembali menggelar kegiatan Orientasi Calon Alumni (OCA) yang menjadi tradisi penting bagi santri akhir sebagai bekal ruhani dan intelektual sebelum terjun ke tengah masyarakat pada Ahad malam, (01/06/2025). Bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah, kegiatan ini dihadiri ratusan santri akhir yang kini bersiap menyandang status baru sebagai alumni pesantren.

Ustaz Ahmad Rosidi selaku Ketua Panitia OCA, menegaskan bahwa santri tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga harus membawa nama baik pesantren yang perlu dijaga sepenuh hati.

“Jangan bawa pulang nama baik pesantren untuk ditukar dengan sikap yang mencoreng marwah. Jaga, rawat, dan hormati nama baik pesantren ini,” ujarnya lugas.

Sementara itu, Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., menyampaikan pesan penuh kehangatan dan kedalaman makna. Beliau menyebut bahwa OCA bukan sekadar acara rutinitas, tetapi sebagai ujian awal untuk membuktikan bahwa ilmu dan akhlak yang ditimba selama bertahun-tahun benar-benar membekas dalam jiwa santri.

Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., dalam acara OCA 2025
Ning Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., dalam acara OCA 2025

“Acara OCA ini merupakan momen penting dalam rangka mempersiapkan para calon alumni sebelum terjun ke masyarakat dan dunia nyata. Setelah sekian tahun menimba ilmu di Nurul Qarnain, inilah saatnya kalian mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, profesional, dan bertanggung jawab,” buka beliau selaku Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Beliau juga mengingatkan bahwa alumni harus meneguhkan hati serta mengikat ilmu yang telah diperoleh agar di tengah masyarakat nanti siap untuk menghadapi banyak tantangan.

“Kalian akan menghadapi berbagai aliran, godaan, dan arus yang bisa menggoyahkan akidah. Tidak semua yang kalian inginkan direstui pengasuh, karena ada sir yang hanya diketahui oleh beliau, dan pastinya pengasuh tahu yang terbaik untuk kalian,” imbuh beliau.

“Jika pesantren memanggil, maka katakan ‘tidak’ untuk yang lain. Karena di tempat inilah kalian tumbuh. Di sinilah kalian harus kembali dan terus menyambung dengan kiai dan pesantren,” pesan Ning Zulfa lebih lanjut.

Peserta Orientasi Calon Alumni Putra
Peserta Orientasi Calon Alumni Putra

Beliau menambahkan bahwa kendati pun secara jasmani alumni sudah keluar dari pesantren, namun sejatinya mereka tetaplah santri.

“Meski nanti sudah keluar dari pesantren, kalian tetaplah santri sampai kapan pun,” tegas beliau.

Beliau juga menitip harapan kepada alumni agar mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias, agar bekal untuk pulang ke tengah-tengah masyarakat menjadi lebih matang.

Materi OCA dilaksanakan secara paralel dengan penguatan akhlak sebagai inti materi pada malam tersebut. Ustaz Rawakid Asshiddiq memberikan gambaran bahwa alumni harus punya visi membangun umat dan membangun satu sama lain.

Peserta Orientasi Calon Alumni Putri
Peserta Orientasi Calon Alumni Putri

“Kalian itu seperti bahan bangunan yang tidak bisa berdiri sendiri. Kuat karena saling membutuhkan. Maka, bangun komunikasi antar alumni, dan siapkan diri menghadapi kehidupan yang lebih kompleks di luar sana,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Ustaz Malik Ibrahim selaku Kepala Pondok menyampaikan bahwa akhlak adalah fondasi utama seorang santri, bahkan melebihi ilmu.

“Tanpa akhlak, ilmu akan menjadi kering dan tidak membawa manfaat. Sebaliknya, dengan akhlak yang baik, santri bisa menjadi cahaya di tengah masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan OCA yang dilangsungkan selama tiga hari ke depan ini tidak hanya menjadi pelepasan, tetapi juga ikhtiar penanaman jiwa agar alumni turut menjaga marwah pesantren dan menyebarkan nilai-nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin di masyarakat. (*)

————————————–

Reporter: Dania & Wildan

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *