Madrasatul Qur’an Nurul Qarnain Jalin Silaturahmi dan Studi Kurikulum ke Ma’hadul Qur’an Sukorejo Situbondo

SITUBONDO_nurulqarnain.net – Dalam semangat ukhuwah islamiyah dan pengembangan mutu pendidikan al-Qur’an, Madrasatul Qur’an (MQ) Nurul Qarnain melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Ma’hadul Qur’an Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, pada Ahad (1/6/2025).

Kunjungan ini merupakan kali pertama bagi MQ Nurul Qarnain ke lembaga Ma’hadul Qur’an Sukorejo. Meski demikian, suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan keterhubungan batin antar dua institusi yang sama-sama mengusung misi dakwah dan pendidikan al-Qur’an.

Dalam kunjungan ini, selain mempererat tali silaturahmi dan ngalap barakah dari para masyayikh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, MQ Nurul Qarnain juga membawa misi khusus, yakni mengaji dan mengkaji sistem pengembangan kurikulum al-Qur’an yang diterapkan di Ma’hadul Qur’an Sukorejo. Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu program Tahfizul Qur’an yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Rombongan MQ Nurul Qarnain dipimpin langsung oleh Kepala MQ Nurul Qarnain dan didampingi oleh LH. Ach. Nakhlid Syafi’i, S.E., M.H.I., selaku Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain sekaligus Kepala Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nurul Qarnain.

Selama kunjungan, para tamu diajak untuk berdiskusi mengenai berbagai aspek pembelajaran, mulai dari metode menghafal, aktivitas keseharian santri tahfiz, penyusunan kurikulum, hingga kitab-kitab yang digunakan sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar di Ma’hadul Qur’an Sukorejo.

Salah satu poin penting dari kunjungan ini adalah rencana pembukaan Jurusan al-Qur’an dan Tafsir di Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nurul Qarnain. Melalui studi banding ini, diharapkan MQ Nurul Qarnain dapat mengadopsi sistem-sistem unggulan yang telah berjalan di Ma’hadul Qur’an Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo sebagai pijakan dalam pengembangan jurusan baru tersebut.

Dalam perbincangan itu, Kepala Ma’hadul Qur’an Sukorejo turut mengisahkan sejarah berdirinya lembaga tersebut. Beliau menyampaikan bahwa dua peninggalan penting dari KHR. As’ad Syamsul Arifin pasca wafatnya adalah berdirinya Ma’had Aly dan Ma’hadul Qur’an Salafiyah Syafi’iyah, sebagai bentuk warisan keilmuan dan perjuangan dakwah beliau.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Kurikulum Ma’hadul Qur’an Salafiyah Syafi’iyah menjelaskan bahwa target kelulusan dari Ma’hadul Qur’an bukan hanya mampu menghafal al-Qur’an sesuai target, tetapi juga mahir dalam membaca dan memahami kitab kuning. Keduanya menjadi modal penting bagi para santri dalam mendalami ilmu-ilmu keislaman secara lebih komprehensif.

Semoga dari silaturahmi ini terjalin kerja sama dan pertukaran keilmuan yang berkelanjutan antara kedua lembaga, serta menjadi wasilah dalam menebarkan cahaya al-Qur’an di tengah-tengah umat. (*)

————————————

Pewarta: Akmal Marzuqin

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *