Kepala Pondok, Ustaz Malik Ibrahim, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tradisi silaturahmi yang biasanya dilaksanakan pada 13 Syawal, namun tahun ini dimajukan menjadi 12 Syawal. Ia berharap tradisi ini terus berlanjut sebagai bagian dari budaya pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan dawuh KH. Yazid Karimullah selaku Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang menekankan pentingnya peran guru agar tidak hanya mengajar, tetapi juga dapat membantu menjaga fasilitas pesantren.
“Jangan hanya mengajar saja, tetapi juga harus menjaga fasilitas pesantren. Jika ada yang merusak fasilitas, maka itu menjadi amanah kita bersama,” pesannya.
Ustaz Malik Ibrahim juga menyampaikan apresiasi kepada umana’ ma’had yang hadir, sebagai bentuk komitmen terhadap pesantren dan kebersamaan yang terus dijaga.

Sementara itu, dalam mauizah hasanah, KH. Badrut Tamam, M.H.I., menegaskan bahwa kemajuan Pondok Pesantren Nurul Qarnain tidak lepas dari peran kolektif dewan guru dan pengurus.
“Kemajuan Nurul Qarnain itu ada di panjenengan semua. Ini adalah usaha bersama yang Allah hadirkan melalui kalian,” ujar beliau.
Gus Tamam juga mendorong agar setiap lembaga di bawah naungan pesantren mampu berkembang hingga tingkat nasional. Menurut beliau, hal tersebut merupakan amanah bersama yang harus diupayakan dengan semangat kerja dan kesungguhan.
“Usahakan setiap lembaga minimal bisa go nasional. Ini amanah bersama, maka harus kita usahakan bersama,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti kondisi pasca libur Ramadan, di mana jumlah santri yang kembali tidak sebanyak biasanya. Hal ini, menurutnya, menjadi evaluasi bersama agar kegiatan pesantren semakin hidup dan menarik minat santri.
Beliau menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) sore akan segera dimulai, disusul dengan pengajian umum pada malam hari sebagai upaya menghidupkan kembali ritme pesantren.

Selain itu, Gus Tamam mengingatkan agar tidak memberikan fasilitas jual beli online kepada santri, karena dapat memicu pemborosan dan mengganggu kedisiplinan.
Dalam pesannya kepada seluruh dewan guru dan pengurus, Gus Tamam menekankan pentingnya sinergi dan satu komando dalam menjalankan visi pesantren.
“Kita satu komando kepada KH. Yazid Karimullah. Yang paling tinggi adalah pesantren. Semua lembaga di bawahnya harus saling mendukung,” imbuhnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan, termasuk dalam hal pakaian santri, serta kehadiran guru dalam setiap kegiatan pesantren seperti haul, maulid, dan halal bi halal sebagai bentuk kecintaan terhadap lembaga.

“Pengasuh berulang kali menyampaikan, ‘guru jangan hanya mengajar, tetapi juga menjaga pesantren’. Dan hadir dalam setiap kegiatan adalah bukti kecintaan kita kepada Nurul Qarnain,” tambahnya.
Menutup tausiyahnya, beliau mengajak seluruh elemen pesantren untuk berjalan dalam satu nafas, saling mendukung antar jenjang pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Kegiatan Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga momentum untuk menguatkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan komitmen untuk terus memajukan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. (*)
——————————–
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


