Santri Kembali ke Pesantren, Sandal Jepit Hijau Jadi Identitas Baru

JEMBER | nurulqarnain.net – Arus balik santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Senin (30/03/2026), berlangsung padat dan sempat menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan menuju area pesantren. Kepadatan terjadi sejak pagi hari, seiring dimulainya jadwal kedatangan santri putri pada pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan ketentuan pesantren, santri balik pondok diatur secara bertahap. Santri putri dijadwalkan balik pukul 07.00 WIB – 11.00 WIB lewat Gerbang Barat (area Ma’had Aly), sedangkan santri putra dijadwalkan pukul 12.00 WIB – 16.00 WIB lewat Gerbang Utama, dan khusus kamar Asrama E melewati Gerbang Barat. Pengaturan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban dan mengurangi kepadatan, meskipun lonjakan kendaraan wali santri tetap tidak terhindarkan.

Di tengah ramainya arus balik, terdapat pemandangan yang cukup mencolok sekaligus menjadi ciri baru: seluruh santri menggunakan sandal jepit berwarna hijau. Aturan ini merupakan ketentuan terbaru dari pesantren yang mewajibkan setiap santri membawa dan menggunakan sandal jepit hijau sebagai bagian dari kedisiplinan dan identitas santri.

Selain itu, pesantren juga menetapkan ketentuan pakaian yang seragam. Santri putra mengenakan baju koko putih dan songkok putih, sedangkan santri putri mengenakan baju atau gamis putih, rok hijau, serta jilbab putih dari pesantren. Keseragaman ini membuat suasana balik pondok terlihat lebih tertib dan terorganisir.

Tidak hanya itu, seperti tahun-tahun sebelumnya setiap santri juga diwajibkan membawa satu sapu lidi sebagai bagian dari pembiasaan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan pesantren.

Pihak pesantren menegaskan bahwa santri wajib kembali sesuai jadwal yang telah ditentukan. Keterlambatan tanpa alasan yang jelas akan dikenakan sanksi sesuai tata tertib yang berlaku.

Santri yang hendak berhenti atau tidak melanjutkan pendidikan pun tetap diwajibkan kembali ke pesantren untuk menyelesaikan administrasi dan kewajiban secara resmi.

Meski sempat terjadi kemacetan, proses kedatangan santri berjalan tertib dengan pengawasan pengurus di berbagai titik. Hari ini, Pondok Pesantren Nurul Qarnain kembali hidup dengan aktivitas para santri yang datang membawa semangat baru.

Dari arus kendaraan yang padat hingga detail sederhana seperti sandal jepit hijau, semuanya menjadi bagian dari wajah kedisiplinan yang terus dibangun bahwa di pesantren, nilai tidak hanya diajarkan, tetapi juga dibiasakan dalam setiap langkah untuk mengaji dan mengabdi. (*)

——————————–

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *