Dibuka dengan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Yazid Karimullah di Makbarah Pondok Pesantren Nurul Qarnain beserta seluruh alumni, wali santri dan simpatisan. Sebelum pembacaan tahlil, KH. Yazid Karimullah menceritakan perjuangan para almarhumin dalam menegakkan agama.
Acara berikutnya dilangsungkan di auditorium. Pada momen Haul Majemuk Masyayikh 2024 ini begitu istimewa. Ustaz Nurul Bari selaku Ketua Ikatan Santri Nurul Qarnain (ISNUQ) menyematkan jas almamater kepada KH. Yazid Karimullah pertanda telah diresmikan, lalu diiringi Mars ISNUQ.
Haul tahun 2024 ini menjadi momen istimewa dengan terbitnya buku Nasab Ilmu KH. Yazid Karimullah (Edisi Revisi) yang ditulis oleh Ustaz M. Firmansyah, Ustaz Muslim Alhasani, dan Ustaz Fathorrozi. Buku tersebut mengupas perjalanan keilmuan KH. Yazid Karimullah saat nyantri kepada KHR. As’ad Syamsul Arifin. Selain itu, Ustaz Fathorrozi turut membacakan Manakib Masyayikh Nurul Qarnain yang berjudul Manakib Tiga Bintang Kemilau, yakni Manakib KH. Idris Nur Dzul Qarnain, Manakib KH. Karimullah Idris, dan Manakib Nyai Hj. Halimatuz Zakiyah Ali.
KH. Yazid Karimullah yang memberikan mauidzah menyampaikan dengan tegas bahwa kunci sukses kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat adalah patuh kepada orang tua.
“Dengarkan ini, bahwa tidak ada kesuksesan tanpa ada restu dari orang tua. Saat ini banyak yang gagal karena tidak adanya ridha orang tua. Ingat, ridha orang tua itu penting,” tegas KH. Yazid kepada hadirin.
Beliau juga mendasari bahwa dikumpulkannya para alumni dan wali santri dalam momen haul adalah untuk saling mendoakan, khususnya kepada Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nurul Qarnain dan seluruh santri yang menimba ilmu di pesantren ini.
“Oleh karena itu, pada haul ini saya sengaja mengumpulkan seluruh alumni, santri dan wali santri untuk saling mendoakan. Tidak hanya untuk para sesepuh, tetapi juga untuk kesuksesan pesantren dan santri yang menuntut ilmu agar diberikan keberkahan serta kesuksesan,” pungkas beliau. (*)
—————————————-
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


