Dalam sambutannya, KH. Badrut Tamam menyampaikan rasa bangga atas inisiatif para alumni untuk membentuk organisasi bagi Alumni Ma’had Aly Nurul Qarnain.
“Beberapa waktu lalu, Ustaz Waris dan Ustaz Fajar datang ke saya dengan menyampaikan rencana acara ini. Saya sangat bangga karena pembentukan organisasi ini murni berasal dari inisiatif kalian, tanpa perintah dari saya,” ungkap beliau.
Beliau juga menekankan pentingnya mendata para alumni secara sistematis agar keberadaan mereka terorganisir secara baik.
“Saya berharap, setelah organisasi ini terbentuk, setiap lulusan dari tiap angkatan dapat didata dengan rapi. Mulai dari alamat hingga informasi lainnya, sebagaimana yang dilakukan Kiai Haris di Ma’had Aly Sukorejo,” tambah beliau.
Kiai yang kerap disapa dengan panggilan Gus Tamam itu juga berharap, nama organisasi dan program yang diusung nanti harus atas dasar inisiatif dari lulusan Ma’had Aly tanpa menjiplak dari organisasi lain.
Lebih lanjut, Gus Tamam menekankan pentingnya istikamah dalam menjalankan program organisasi. Beliau juga berpesan agar kegiatan yang dirancang tidak membebani anggota, baik dari segi keuangan maupun kesibukan, sehingga dapat dijalankan dengan sepenuh hati.
“Usahakan programnya nanti tidak memberatkan kepada alumni, apalagi soal keuangan. Dan jangan terlalu padat, karena kalian sudah memiliki banyak kesibukan. Buatlah kegiatan yang bisa kalian jalani dengan sepenuh hati tanpa ada rasa terbebani,” jelas beliau.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan musyawarah untuk memilih ketua organisasi. Dalam proses ini, Ustaz Warisul Musthafa secara mufakat terpilih sebagai Ketua Organisasi Alumni Ma’had Aly Nurul Qarnain.
Selain itu, beberapa program awal telah dirancang, termasuk pertemuan tahunan yang melibatkan alumni, mudir, dan civitas Ma’had Aly Nurul Qarnain.
Organisasi alumni ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi yang mempererat hubungan antaralumni, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung perkembangan Ma’had Aly Nurul Qarnain di masa mendatang. (*)
———————————
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


