1. Sowan kepada Majelis Pengasuh
Sowan atau nyabis menjadi kegiatan wajib bagi alumni, selain membaca tahlil dan mengikuti kegiatan. Terlihat seluruh alumni nyabis kepada pengasuh sebagai pengobat rindu mereka kepada sosok kiai yang menjadi panutan dan orang tua selama masih di pesantren. Dengan sowan yang kendati pun sebentar, sudah mengobati rasa rindu mereka.

Beberapa di antara para alumni datang lebih awal ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain hanya untuk sowan terlebih dahulu dan dapat lebih lama bertemu dengan sosok KH. Yazid Karimullah beserta keluarga pengasuh yang lain.
2. Ziarah ke Makbarah dan Salat Jamaah Zuhur
Meskipun pembacaan tahlil bersama dengan pengasuh sebelum acara Haul Majemuk Masyayikh dilangsungkan, ternyata masih terhitung banyak para alumni yang menyempatkan diri untuk kembali datang ke makbarah (pasarean / asta) untuk mengaji dan membaca tahlil berharap tambahan berkah, terlebih bagi yang sudah berkeluarga.

Tidak hanya sekadar ke makbarah, para alumni yang sudah rindu dengan suasana pondok pesantren juga ikut berjamaah Zuhur bersama para santri aktif dan para alumni di Masjid Dzul Qarnain.
3. Kunjungan kepada Putra-putrinya
Para alumni yang telah kembali ke masyarakat dan berkeluarga tidaklah memutus ikatan dengan pesantren. Banyak dari mereka yang meneruskan sanad keilmuannya dengan memondokkan putra-putri mereka ke Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Momen haul menjadi waktu mereka untuk juga lepas rindu kepada putra-putrinya yang ada di pesantren atau yang biasa disebut dengan “ngirem”. Mereka juga menceritakan masa-masa mereka waktu nyantri di pesantren.
4. Temu Kangen
Haul Majemuk juga menjadi temu kangen sesama para alumni, khususnya bagi mereka yang pernah mondok di waktu yang sama alias “satu leting.” Momen haul menjadi temu kangen bagi banyak alumni untuk saling bercerita masa-masa mereka nyantri, mengenang dan tertawa bersama. Terlihat banyak kelompok atau halaqah yang menjadi perkumpulan alumni di setiap angkatan.

5. Foto Bersama
Seolah menjadi agenda yang tak boleh terlewatkan, khususnya bagi alumni putri untuk foto bersama. Momen bertemu bersama kawan lama di pesantren mereka abadikan di depan spot foto yang telah disediakan oleh panitia. Mereka tampak riuh antri untuk bisa foto bersama, meskipun di antara beberapa dari mereka juga mengabadikan hanya sekadar selfie atau self camera saja.

Demikianlah beberapa kegiatan dan serunya kegiatan yang dilakukan oleh para alumni saat Haul Majemuk Masyayikh dan Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Momen ini tidak sekadar agenda tahunan, namun banyak sekali kegiatan untuk meleburkan rasa dahaga akan rindu kepada guru, pesantren dan sahabat saat nyantri. (*)
———————————-
Penulis: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


