Hati ibarat raja dalam suatu negeri atau ibarat pemimpin dalam kelompok, apabila ia baik, maka anggota yang lain akan ikut baik. Sebaliknya, apabila hati itu buruk, maka akan mengarahkan seseorang kepada keburukan.
Dalam hati manusia tersimpan banyak kebaikan, seperti sifat kasih sayang, kerinduan, cinta, keimanan dan sifat positif lainnya yang menjadikan ia sebagai hamba yang mulia. Namun, hati manusia kadangkala juga dihinggapi berbagai penyakit hati dan seringkali terasa sesak akibat banyak beban, baik beban hidup atau pun beban pikiran.
Salah satu cara terbaik untuk mengobati hati adalah dengan membaca al-Qur’an. Apalagi di bulan Ramadan ini, tentunya merupakan moment yang baik untuk memperbanyak tilawah al-Qur’an, baik dengan tadabur makna atau sebatas membaca dan mendengarkannya tanpa memahami maknanya, tetap mendapatkan pahala.
Membaca al-Qur’an juga termasuk zikir qauli, yaitu zikir menggunakan mulut. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ad-Darimi dalam Fadhail al-Qur’an, Nabi Saw bersabda, ”Bacalah al-Qur’an, karena Allah Ta’ala tidak menyiksa hati yang memahami al-Qur’an, dan sesungguhnya al-Qur’an ini adalah jamuan Allah. Maka, siapa yang masuk di dalamnya, ia pun aman. Dan siapa yang mencintai al-Qur’an, berilah ia kabar gembira.”
Bertadarus al-Qur’an selama bulan Ramadan termasuk kebiasaan yang dilakukan Rasulullah Saw. Riwayat Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan beliau meningkat pada bulan Ramadan, yaitu ketika didatangi Malaikat Jibril setiap malam Ramadan, ia bertadarus al-Qur’an dengan Rasulullah.
Baik membaca, mendengarkan dan memahami al-Qur’an sangat dianjurkan, apalagi pada bulan Ramadan. Memperbanyak tilawah al-Qur’an dapat meningkatkan pahala ibadah, membersihkan hati dan menyinarinya dengan cahaya. Dengan begitu, dapat hilang berbagai duka dan kotoran yang hinggap di hati.
Al-Qur’an ibarat mata air yang membersihkan pakaian kotor dari tiap noda yang melekat, menjadikan pakaian itu bersih dan kembali suci. Begitu pula pada hati. Dengannya, hati menjadi tenteram dan cahayanya menerangi hati dari kegelapan, membuatnya semakin lapang serta memberi petunjuk dalam mengarungi kehidupan. Itulah keistimewaan al-Qur’an, kitab pedoman untuk umat hingga akhir zaman.
Cahaya al-Qur’an senantiasa menerangi hati tiap pembacanya. Memperbanyak waktu bersama al-Qur’an memberikan ketenangan pada hati dan kunci solusi dari tiap persoalan. Karena setiap sesuatu atau pun musibah terjadi atas kehendak Allah dan Dia pula yang memberikan jalan keluar dari hal tersebut.
Semakin kita mendekat kepada Kalamullah (al-Qur’an), berarti semakin dekat kita kepada Allah, maka Allah akan memberikan kita atas apa yang kita inginkan. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada diri dan hati kita untuk semakin dekat kepadaNya. Aamiin. (*)
—————————————
Penulis: Silfin Aisyah, Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah STIS Nurul Qarnain Semester IV.
Editor: Fathorrozi


