Prosesi pembukaan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan selawat Nabi yang dibacakan oleh Yasmin Azizatun Rahmah, siswi kelas VII Muadalah Tsanawiyah Nurul Qarnain yang sebelumnya pernah meraih Juara I Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Bali.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh KH. Moh. Al-Faiz, Lc., S.S.I., M.Ag., dewan pengasuh Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi Jenggawah Jember. Dalam penyampaiannya, Gus Faiz menegaskan bahwa Ikhtifalut Takhrij bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum untuk melahirkan generasi santri yang amanah, berilmu, dan memiliki rasa takut kepada Allah SWT.

“Ikhtifalut Takhrij ini harus mampu menumbuhkan rasa percaya diri pada setiap anak didik. Namun, yang lebih penting dari itu adalah tumbuhnya rasa takut kepada Allah SWT,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini banyak orang memiliki kecerdasan dan kemampuan yang tinggi, tetapi tidak semuanya memiliki rasa tunduk kepada Allah SWT. Padahal, inti dari pendidikan pesantren adalah membentuk manusia yang dekat dengan Allah dan menjaga nilai-nilai ketakwaan dalam hidupnya.
“Tujuan semua pondok pesantren sejatinya sama, yaitu menumbuhkan rasa takut kepada Allah SWT. Karena ilmu tanpa rasa takut kepada Allah akan kehilangan keberkahannya,” tegasnya.

Di hadapan para wisudawan dan wali santri, Gus Faiz juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
“Ketika proses belajar selesai, maka lanjutkan dengan mengamalkan ilmu. Lakukan apa pun yang bisa membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan surat terbuka lulusan MMT dan MMA oleh Ketua Dewan Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Badrut Tamam, M.H.I. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan data peserta Ikhtifalut Takhrij tahun ini.

Suasana haru pecah saat lagu “Ayah” dilantunkan di tengah acara. Sejumlah wali santri tampak meneteskan air mata, mengenang perjuangan panjang dalam mengantarkan putra-putrinya menempuh pendidikan di pesantren.
Kebanggaan juga menyelimuti auditorium ketika diumumkan para lulusan terbaik. Lulusan terbaik MMT putra diraih oleh Najhan Hilmy Muhammad, sementara terbaik putri diraih oleh Siska. Adapun lulusan terbaik MMA putra diraih oleh M. Jalaluddin Afgani dan terbaik putri diraih oleh Madinatul Ma’rifah.
Prosesi Ikhtifalut Takhrij ke-6 kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Fawaid Yazid, S.Ag., menandai berakhirnya rangkaian acara dengan penuh khidmat dan doa keberkahan bagi seluruh lulusan. (*)
————————————-
Pewarta: Siti Anisa
Editor: Fathorrozi


