Imtihan Niha’i Muadalah Nurul Qarnain Gelar Tiga Sesi

Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) Nurul Qarnain menyelenggarakan Imtihan Niha’i (Ujian Akhir) bagi siswa kelas akhir sebagai syarat kelulusan. Ujian ini dilaksanakan secara mandiri oleh lembaga dengan tiga sesi, yaitu ujian tulis, ujian lisan dan ujian terbuka.

Ujian tulis terselenggara selama tiga hari, dimulai hari Senin (20/2/2023). Ujian ini berupa soal pilihan ganda pada materi umum, seperti PPKn, IPA, Bahasa Indonesia dan Matematika, serta materi pokok seperti Nahwu, Sharaf, Fiqih dan Ushul Fiqh. Berlangsung selama 4 jam setiap harinya. Dimulai sejak pukul 07:00 WIB, dan berakhir pukul 11:00 WIB.

Ujian sesi kedua adalah ujian lisan kitab Fath al-Qarib yang dilaksanakan di hari keempat, berupa kefasihan membaca, pemahaman dan pengaplikasian Nahwu dan Sharaf-nya. Dalam tes lisan ini, kepala madrasah masing-masing lembaga turun langsung sebagai penguji untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pemahaman siswa sebagai evaluasi di tahun ajaran berikutnya.

Kepala MDMA turun langsung sebagai penguji

Pada kesempatan ini, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Bapak Edy Sucipto, M.Pd., hadir untuk meninjau pelaksanaan ujian. Secara umum ia memberikan apresiasi dan masukan terhadap berlangsungnya ujian.

“Bagus. Ini merupakan ujian akhir yang diselenggarakan mandiri oleh lembaga, namun sangat tertata rapi. Ujiannya tetap mempertahankan kekhasan pesantren, berupa pemahaman kitab kuning. Mungkin untuk selanjutnya bisa ditambah dengan pemahaman bahasa Asing, agar siswa setelah lulus bisa langsung kuliah di luar negeri tanpa harus les privat di Lembaga Bahasa Asing,” ujarnya.

Bapak Edy Sucipto, M.Pd., meninjau pelaksanaan ujian

Sesi ketiga, berupa ujian terbuka. Ujian ini berupa tes muhafazah nazam Imrithi yang diikuti oleh 99 siswa kelas IX MDMT Nurul Qarnain dan nazam Alfiyah yang diikuti oleh 43 siswa kelas XII MDMA Nurul Qarnain. Ujian terbuka ini menjadi ujian spesial bagi Satuan Pendidikan Muadalah Nurul Qarnain. Pasalnya, pada ujian ini siswa benar-benar dilatih kejujuran dan ketangkasan, serta mengukur seberapa jauh dalam pemahaman kitab, Nahwu juga Sharaf.

Mereka harus tanggap dan tepat menjawab pertanyaan dari penguji di hadapan para audien. Penguji pada ujian terbuka ini adalah beberapa ustaz dan ustazah yang sudah mahir dalam memahami Nahwu dan Sharaf. Kelas IX MDMT diuji oleh Ustaz M. Fadllin Ali Ridlo, S.H., M.Pd. (Kepala MDMT Nurul Qarnain 2018-2021) dan Ustaz M. Fauzan Ardiansyah, M.Ag. Sedangkan kelas 12 MDMA diuji oleh Ustaz Junaidi, S.Pd., M.Ag. dan Ustazah Hakimatul Karimah, S.Sos. Para penguji ini merupakan alumni Pondok Pesantren Nurul Qarnain dan alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’yah Sukorejo, Situbondo.

Suasana ujian terbuka SPM Nurul Qarnain

Konsep ujian ini, penguji memberikan pertanyaan seputar hafalan yang dikemas dengan sambung bait Imrithi dan Alfiyah, kemudian ditanya mengenai pemahaman Nahwu-Sharaf. Tujuan dari ujian terbuka ini adalah sebagai evaluasi hasil pembelajaran dan uji mental siswa di depan khalayak umum.

Seluruh siswa-siswi SPM Nurul Qarnain menyaksikan berjalannya ujian terbuka ini. Antusias mereka bertujuan demi persiapan saat mengikuti ujian terbuka sebagaimana kakak kelasnya. Ujian terbuka pada Imtihan Niha’i ini berlangsung selama 3 hari, Sabtu sampai Senin (25-27 Februari 2023) bertempat di gedung Auditorium KH. Yazid Karimullah. (*)

=================================

Pewarta: Siti Anisa

Editor: Fatna Harista

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *