Acara yang dilaksanakan pada jam 20:00 WIB tersebut dihadiri oleh pengasuh dan wakil pengasuh dari 8 pondok pesantren yang tersebar di daerah Situbondo, Bondowoso, Jember hingga Kepulauan Madura. Di antara pondok pesantren yang menjadi basis PPM tersebut adalah Pondok Pesantren Abu Daiman Pamekasan, Pondok Pesantren Nurul Hikmah Bangkalan, Pondok Pesantren Ar-Romli Situbondo, dan yang lainnya.
Sambutan Mudir Ma’had Aly diwakili Ustaz Jamil Chansas selaku Katib Ma’had Aly Nurul Qarnain.
“Alhamdulillah, saya mewakili mudir yang sekaligus kakak saya, mengucapkan terima kasih kepada semua kiai dan perwakilan pengasuh yang telah merelakan waktu untuk hadir pada malam hari ini,” tuturnya.
Selanjutnya, ia juga memaparkan tentang tujuan utama diberangkatkannya 14 mahasantri angkatan ke-3 melalui program PPM.
“Di antara program utama dari PPM ini adalah ingin menggugah para santri yang berada di tempat PPM agar semangat membaca dan mempelajari kitab kuning,” jelas Ustaz Jamil.
“Selain itu, bagi pondok yang telah memiliki penguasaan kitab, datangnya mahasantri kami, semoga memberikan bantuan dalam pengembangan di dalamnya,” lanjutnya.

Program PPM Ma’had Aly Nurul Qarnain adalah program yang diwajibkan untuk dilaksanakan oleh mahasantri semester 8 yang telah menyelesaikan risalah sebagai tugas akhir. Program PPM ini dilaksanakan selama 3 bulan. Terhitung dari tanggal 20 November 2022 hingga 20 Februari 2023.
Visi utama yang diusung mahasantri ke tempat PPM adalah penerapan metode Al-Ijaz kepada para santri dalam membaca kitab. Sedangkan program tambahan, seperti bahtsul masa’il, kemasyarakatan, maupun yang lainnya disesuaikan dengan pondok pesantren masing-masing yang ditempati.
Kiai Ghofar Muntaha, Pengasuh Pondok Pesantren Abu Daiman Pamekasan, mengucapkan terima kasih atas diberikannya kesempatan untuk menerima peserta PPM dari Ma’had Aly Nurul Qarnain.
“Saya merasa bersyukur telah diberikan 2 mahasantri dari Ma’had Aly Nurul Qarnain, karena telah memberikan waktu serta tenaga untuk mengajarkan keilmuannya kepada santri di pesantren kami,” ungkapnya.
“Namun, sangat disayangkan, jika boleh mengungkapkan 3 bulan rasanya kurang lama dan bila diperkenankan bisa ditambahkan waktunya,” ujarnya berbahasa Madura.

“Walaupun demikian, semoga ilmu dan pengalaman yang telah diajarkan oleh peserta PPM menjadi keberkahan bagi santri kami,” pungkas Kiai Ghofar Muntaha.
Acara ditutup dengan pemberian cenderamata secara simbolis oleh Pemangku Asrama Ma’had Aly; LH. Nakhlid Syafi’i, M.H.I., kepada pengasuh dan perwakilan pengasuh pondok pesantren PPM secara simbolis.
========================
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


