Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan kesiapan mental bagi para jamaah sebelum melaksanakan ibadah haji dan umrah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah.
Sebelum kegiatan manasik dimulai, beliau menyampaikan pentingnya pelaksanaan manasik haji dan umrah. Beliau menegaskan bahwa ibadah tanpa didasari ilmu merupakan hal yang sia-sia.

“Setidaknya ada tiga sebab seseorang bisa sampai ke Mekkah. Pertama, memiliki ilmu (ilmu haji), kedua, memiliki bekal yang halal, dan ketiga, memiliki kesehatan yang sempurna,” tutur beliau.
Dalam penjelasannya, Kiai Yazid menyampaikan tentang kesunahan-kesunahan yang dilakukan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Beliau menekankan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati yang harus diawali dengan niat yang tulus dan kebersihan hati. Salah satu tatakrama atau kesunahan yang beliau sampaikan adalah memperbanyak membaca istighfar dan melakukan tobat.
“Membaca istighfar dan memohon ampun kepada Allah serta bertobat dari segala maksiat sangat penting agar ketika berada di sana dapat selamat dan melaksanakan ibadah dengan tenang,” imbuh beliau.

Beliau juga menjelaskan tata cara berhaji serta rukun-rukun haji, mulai dari ihram hingga tahalul.
“Rukun-rukun ini tidak boleh ditinggalkan satu pun. Jika salah satunya ditinggalkan (seperti tidak melakukan niat), maka rangkaian ibadah hajinya menjadi rusak atau tidak sah,” tegas beliau.
Menutup kegiatan, pengasuh berpesan kepada para jamaah agar ketika sudah berada di Tanah Suci memperbanyak ibadah dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. (*)
——————————–
Pewarta: Safiroh Adania
Editor: Fathorrozi


