Suasana haru menyelimuti kompleks pesantren sejak siang hari. Ratusan keluarga, masyarakat, dan pengantar jamaah memadati area depan ndalem pengasuh untuk mengiringi keberangkatan para tamu Allah tersebut. Lantunan selawat dari Majelis Selawat Al-Wishol turut mengiringi prosesi pelepasan, berpadu dengan tangis bahagia para keluarga jamaah.
Acara pelepasan dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah yang dipimpin oleh Wakil Pengasuh I Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Fawaid Yazid, S.Ag. Setelah itu, sambutan sekaligus pelepasan jamaah disampaikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah.

Dalam taujihatnya, beliau mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan nikmat dan panggilan besar dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkannya.
“Wahai para calon tamu Allah, bersyukurlah karena telah diberi nikmat belajar tata cara ibadah haji selama berminggu-minggu. Ini adalah nikmat yang sangat besar dari Allah SWT,” dawuh beliau.
KH. Yazid Karimullah juga menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi momentum memperbaiki diri dan memperbanyak amal ibadah.
“Walaupun seseorang memiliki banyak harta, belum tentu Allah takdirkan kembali berhaji. Maka manfaatkan ibadah haji ini dengan sebaik-baiknya agar menjadi amal yang diterima di hadapan Allah,” lanjutnya.
Beliau juga menitipkan pesan kepada seluruh jamaah agar menjaga ucapan, pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari hal-hal yang tidak disukai Allah SWT selama berada di Tanah Suci.

“Perbanyak zikir, perbanyak amal saleh, dan luruskan niat selama menjalankan ibadah haji,” pesannya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Muhaimin. Setelah itu, Wakil Pengasuh III, KH. Badrut Tamam, M.H.I., memberikan arahan teknis terkait ketentuan dan regulasi yang harus dipatuhi para jamaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Keberangkatan para jamaah menuju Surabaya dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB dengan penuh khidmat dan doa dari keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain serta masyarakat yang hadir. (*)
————————————-
Pewarta: Sulthon Arafat
Editor: Fathorrozi


