Penulis merasa sangat kagum kepada beliau semenjak pertama kali meresmikan diri untuk menjadi santri pada tahun 2017 di Madrasah Aliyah Nurul Qarnain Baletbaru Sukowono Jember. Faktor kekaguman yang timbul hingga menjadikan beliau sebagai tauladan adalah beliau sering mengajari kami ilmu-ilmu yang berkaitan dengan i’tiqhadiyah (keyakinan), seperti mengajari tentang perbedaan beberapa firqah (kelompok) dalam Islam yang berbeda dengan ajaran kita Aswaja, serta memberi arahan untuk menjawab paham firqah yang kita anggap salah. Tujuan beliau mengajari kita seperti ini agar kita bisa menjadi kader Aswaja yang bisa meneruskan perjuangan beliau kelak dalam bidang keilmuan.
Tidak hanya dalam segi keilmuan yang beliau perjuangkan untuk Nahdlatul Ulama, namun juga dalam segi material atau harta benda yang beliau miliki. Seperti semenjak tahun 2006 beliau menjabat sebagai Ra’is Syuriah MWC Sukowono, tidak sedikit pun beliau menarik gaji dari organisasi ini hingga sekarang. Bahkan ada sebuah hikayah yang penulis dapatkan dari para senior, bahwa setiap ada acara apa pun, jika perencana acara adalah bagian dari MWC, pasti semua hal yang dibutuhkan beliau keluarkan langsung dari kantongnya. Jadi, semua pembiayaan yang dibutuhkan bersumber dari uang pribadi beliau, baik dalam hal konsumsi atau yang lainnya. Dari semua yang beliau lakukan sudah sangat sesuai dengan firman Allah Saw:
لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
“Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai udzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (an-Nisa’: 95)
Mengapa dikatakan sesuai dengan kandungan ayat ini? Karena orang yang berjihad menggunakan harta dan jiwanya yang dimaksud dengan ayat di atas sudah sesuai dengan perjuangan beliau, yang mana berjuang untuk Nahdlatul Ulama dalam segi keilmuan dan material.
Semoga Allah memberikan anugerah yang besar sebagai balasan dari apa yang beliau korbankan selama ini. Dan semoga dapat menjadi teladan untuk semuanya, bahwa untuk berjuang di jalan Allah jangan memperhitungkan harta. Namun, yang terpenting adalah mendapatkan rida dari Allah Swt.
Penulis : M. Wildan Kamil, Mahasantri Ma’had Aly Semester 5
Editor : Fathorrozi



ياالله باالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق