Mengapa Harus Memilih Pondok Pesantren Nurul Qarnain?

OPINI_nurulqarnain.net – Di Jember, ada banyak sekali pondok yang berkualitas. Kita bisa memilih pondok mana saja untuk menempatkan anak-anak menimba ilmu. Ada pondok salaf, ada pondok formal, ada pula pondok salaf-formal.

Suatu ketika saya ditanya oleh salah seorang Gus, “Kalau jenengan disuruh memilih salah satu pondok untuk memondokkan anak jenengan di Jember, pondok manakah yang akan jenengan pilih untuk memondokkannya?”

Saya jawab, “Pondok Pesantren Nurul Qarnain.”

Beliau mengajukan beberapa nama pondok pesantren di Jember, tapi saya tetap memilih Nurul Qarnain. Kemudian saya jelaskan dengan panjang lebar, apa yang saya tahu dari pondok yang berlokasi di Baletbaru Sukowono ini. Mulai sosok kiainya, lembaganya, dan kualitas santri-santrinya.

Maka, dalam salah satu forum, kami pernah berstatemen begini, “Pondok Pesantren Nurul Qarnain merupakan salah satu pondok di Jember yang punya kualitas terbaik. Pondok ini mampu menyeimbangkan dua hal, yaitu kualitas formal dan agama yang baik.”

Pernyataan ini, tanpa mengurangi rasa takzim kami kepada pondok-pondok lain yang juga sama berkualitasnya.

Kami menyatakan ini, bukan karena alasan kami berkhidmah di sana, tetapi berdasarkan penelitian pribadi, pondok ini memang lain. Dari tahun ke tahun santrinya meningkat dengan pesat sepesat prestasinya.

Biasanya, pondok yang jumlah santrinya meningkat banyak akan kesulitan menjaga kualitasnya, tapi lain dengan Nurul Qarnain. Ya, ‘pecahan’ dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo ini (menurut kami) sukses mengkader kualitas santrinya dengan apik.

Setelah saya amati, mengapa Nurul Qarnain menjadi salah satu pondok yang terbaik bahkan masuk dalam jajaran pondok favorit? Ada banyak alasan. Kami ringkas menjadi tiga bagian, begini temuan yang saya dapatkan selama berinteraksi di sana.

Pertama, bi’ah atau lingkungan belajar di Nurul Qarnain benar-benar terbentuk dengan baik. Kurikulumnya tersusun dengan rapi, dan termasuk lingkungan yang aktif.

Kedua, persaingan belajar yang sehat dan kompetitif, baik di ruang kamar atau di dalam kelas.

Untuk mengetahui sub yang kedua ini, kita bisa melihatnya saat di kelas: suasana perdebatan di sana terasa panas sekali, mirip ketika kami mondok di Lirboyo. Perdebatan di dalam kelas mampu menciptakan rivalitas yang kompetitif antarsiswa, bahkan tidak jarang mereka tidak segan untuk beradu argumen dengan dosennya. Ini luar biasa, menunjukkan bahwa mereka punya mental dan rasa percaya diri yang kuat.

Ketiga, dukungan dari Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain sendiri. Tentunya beliau adalah KH. Yazid Karimullah, dewan masayikh, dan tenaga pengajar.

Rekan saya, Gus Jamil, pernah bercerita, “Kiai sangat bangga melihat santrinya sukses menjuarai lomba baca kitab kuning daripada lomba yang lain. Ini menunjukkan sikap perhatian dan harapan yang besar dari figur seorang pengasuh. Kiai akan marah bila tidak berhasil. Hehehe.”

Dengan dukungan dari pengasuh yang penuh semangat dan perhatian ini, tenaga pengajar di pondok ini menjadi sangat serius dalam mengajar, membantu, serta mendampingi para santri dalam berproses, sehingga lahirlah bibit-bibit unggul yang berkualitas, dan kelak akan menjadi penerus dari cita-cita luhur kiai, yaitu ngaji dan ngabdi kepada umat.

Sungguh perpaduan yang epik, maka benar kata Imam al-Ghazali, kesuksesan belajar itu ditopang oleh tiga faktor, yaitu orang tua, guru, dan si anak.

Dan pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional-Internasional yang bertempat di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang Wajo Sulawesi Selatan, salah satu dari Alumni Ma’had Aly Nurul Qarnain berhasil menyabet Juara I Internasional lomba baca kitab Bidayatul Mujtahid.

Sungguh pencapaian yang sangat luar biasa. Namanya Habib Yusra dari Riau. Sosoknya pendiam, kalem, matanya sayu, dan kalau pakai songkok kadang miring. Saat mengajar Fathul Wahab bab Zakat, dia termasuk santri yang aktif berpendapat, sering pula debat beradu argumen dengannya.

Alhamdulillah, selamat atas prestasinya, Kang. Kami ikut bangga ada santri Nurul Qarnain yang berhasil menyabet Juara I lomba baca kitab Bidayatul Mujtahid tingkat Internasional dan Juara I lomba baca kitab Fathul Mu’in tingkat Nasional-Internasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Semoga kualitas pondok-pondok di Jember semakin tahun semakin meningkat, hingga umat ini tidak kehilangan ulama yang alim dan wara’. Aamiin ya Rabbal Alamiin. (*)

————————————-

Penulis: Asep Jamaludin Azzahied

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *