Di tengah ratusan peserta pilihan dari berbagai pesantren dalam dan luar negeri, santri-santri Pondok Pesantren Nurul Qarnain tampil memukau. Huzaimah Nur Aini berhasil meraih Juara I Tingkat Ulya kategori baca kitab Fiqh (Fathul Mu’in) dan Ushul Fiqh (Ghayatul Wushul), sementara Qurrotul ‘Ayuni menyabet Juara Harapan II kategori karya tulis Risalah Ilmiah.

Tak berhenti di situ, Muhammad Habib Yusro turut mempersembahkan kebanggaan dengan gelar Juara I kategori baca kitab Fiqh (Bidayatul Mujtahid) Tingkat Internasional. Hal ini menegaskan bahwa tradisi ilmiah pesantren Indonesia mampu bersaing di ranah global.

KH. Badrut Tamam, Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain Bidang Pendidikan, dalam pernyataannya menegaskan bahwa capaian ini bukanlah hasil yang instan, melainkan buah dari proses panjang pembinaan keilmuan, kesungguhan para mahasantri, serta bimbingan intensif para masyayikh.
“MQK bukan sekadar perlombaan, tetapi ruang pengabdian terhadap ilmu dan sanad keilmuan yang menghubungkan kita dengan khazanah ulama salaf,” ujar beliau dengan penuh haru dan bangga.
Gelaran MQK 2025 yang berlangsung sejak 1 hingga 7 Oktober ini menjadi saksi bahwa kitab kuning tidak hanya teks klasik, melainkan sumber kehidupan intelektual Islam yang terus menyala di tangan generasi baru. Keikutsertaan Nurul Qarnain menjadi representasi semangat turatsiyyah (pelestarian warisan ulama) yang berpadu dengan visi global pesantren modern.
Prestasi ini meneguhkan Nurul Qarnain Jember sebagai salah satu pusat keilmuan pesantren yang tak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menggerakkan inovasi dan jejaring keilmuan lintas batas. Ke depan, semangat ini diharapkan mampu menyalakan kembali bara cinta ilmu di hati santri seluruh Nusantara, bahwa menjadi santri berarti menjadi pewaris peradaban, bukan sekadar pembaca teks, tetapi penggerak zaman. (*)
—————————————
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


