Penyambutan tersebut diikuti oleh seluruh santri putra dan putri, para dewan guru dari berbagai lembaga di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Nurul Qarnain, serta para alumni yang tergabung dalam Ikatan Santri Nurul Qarnain (ISNUQ). Sejak pagi, para santri berbaris membentuk pagar betis dari gerbang utama hingga kediaman pengasuh, menyambut kedatangan para juara dengan penuh antusias dan sorak takbir kebanggaan.

Di antara para juara yang disambut dalam acara tersebut ialah:
1. Muhammad Habib Yusra, S.F.U., Juara 1 kategori baca kitab Fathul Mu’in dan Bidayatul Mujtahid dengan penjelasan berbahasa Arab.
2. Khuzaimah Nur Aini, Juara 1 kategori baca kitab Fathul Mu’in dan Nihayatul Usul.
3. Qurratul A’yuni, Juara Harapan 2 kategori Lomba Karya Risalah Ilmiyah.
Acara dimulai dengan prosesi penyambutan oleh pengasuh pesantren, dilanjutkan dengan pengalungan bunga kepada para juara serta kepada KH. Badrut Tamam, Wakil Pengasuh Bidang Pendidikan, yang sekaligus menjadi pembimbing utama para peserta MQK.

Dalam sambutannya di penghujung acara, KH. Yazid Karimullah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas prestasi gemilang para santri Nurul Qarnain.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena Allah memberikan nikmat yang begitu besar kepada Nurul Qarnain, yakni kemenangan di tingkat nasional dan internasional,” tutur beliau.
Beliau juga berpesan agar para juara senantiasa menjaga sikap rendah hati dan menjadikan keberhasilan sebagai ladang syukur, bukan kebanggaan semata.
“Kenapa saya bilang kemenangan ini sebagai ujian? Karena para juara harus banyak bersyukur dan tawaduk atas pencapaian yang diraih. Bagi para santri lainnya, jadikan keberhasilan ini bukan sekadar tontonan, tapi teladan yang menginspirasi agar semangat belajar terus hidup dan berkelanjutan,” pesan KH. Yazid penuh makna.
Penyambutan yang diwarnai tepuk tangan dan lantunan shalawat ini menjadi momentum kebanggaan bagi seluruh warga pesantren. Semoga prestasi tersebut menjadi berkah dan dorongan bagi santri lain untuk semakin giat menuntut ilmu, membangun Nurul Qarnain yang maju, berprestasi, dan membawa cahaya keilmuan hingga akhir zaman.
Pewarta: A. Sulthon Arafat
Editor: Wildan Ms.


