Takziah Sekaligus Menjalin Sanad Keilmuan, Pengasuh Pesantren Nurul Qarnain Silaturahmi ke Al Khoziny Buduran Sidoarjo

SIDOARJO_nurulqarnain.net – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, bersama keluarga besar melakukan silaturahmi ke kediaman KHR. Abdus Salam Mujib, Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pada Selasa (14/10/2025). Kunjungan ini menjadi momen penuh makna, tidak hanya sebagai bentuk belasungkawa atas musibah yang menimpa keluarga besar Al Khoziny, tetapi juga sebagai upaya menyambung sanad keilmuan antarpesantren.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut, KH. Yazid Karimullah menuturkan bahwa kunjungannya memiliki dua maksud penting. Pertama, sebagai bentuk takziah dan empati atas musibah yang dialami keluarga besar Al Khoziny. Kedua, sebagai wujud tabarruk dan menyambung sanad keilmuan antara dua pesantren besar yang memiliki hubungan sejarah panjang.

KH. Yazid Karimullah bersama KHR. Abdus Salam Mujib
KH. Yazid Karimullah bersama KHR. Abdus Salam Mujib

“Maksud saya ke Pondok Pesantren Al Khoziny turut berbelasungkawa atas musibah. Selain itu, saya dan anak-anak keturunan saya ingin menyambung guru, karena Hadratussyaikh KHR. As’ad Syamsul Arifin pernah nyantri di Pondok Pesantren Panji Buduran,” tutur KH. Yazid Karimullah.

KHR. Abdus Salam Mujib, yang merupakan cicit dari KH. Khozin—pendiri Pondok Pesantren Al Khoziny—menyambut baik kunjungan tersebut. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan doa dari keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Lebih lanjut, Kiai Yazid menyatakan KHR. Abdus Salam Mujib merupakan sosok panutan umat yang tawaduk. Terbukti, saat dimintai doa dalam akhir pertemuan, Kiai Abdus Salam selalu menolak. Bahkan, beliau meminta sambil memaksa kepada Kiai Yazid untuk memimpin doa.

KH. Yazid Karimullah memimpin doa di akhir pertemuan
KH. Yazid Karimullah memimpin doa di akhir pertemuan

Kiai Yazid menambahkan, usai silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Khoziny, beliau bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Sidogiri, di wilayah kecamatan Kraton, Pasuruan.

“Setelah itu, kami langsung bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Sidogiri dan ditemui oleh Mas Amin, menantu Nyai Makkiyah As’ad Syamsul Arifin. Kami ke sana sebab Hadratussyaikh KHR. As’ad Syamsul Arifin juga pernah nyantri di Pondok Pesantren Sidogiri,” imbuh Kiai Yazid.

Silaturahmi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan antara para dzurriyah (keturunan) ulama dan pesantren yang memiliki ikatan keilmuan.

Silaturahmi lintas pesantren ini menjadi simbol eratnya hubungan antar-lembaga keislaman yang berakar pada tradisi keilmuan para ulama terdahulu. Baik Pondok Pesantren Al Khoziny, Pondok Pesantren Sidogiri, maupun Pondok Pesantren Nurul Qarnain sama-sama dikenal sebagai pesantren yang menekankan nilai keikhlasan, adab, dan keberlanjutan sanad ilmu.

Pertemuan tiga keluarga besar pesantren itu berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh keakraban. Di akhir pertemuan, tiga keluarga pengasuh pesantren tersebut saling mendoakan agar hubungan keilmuan dan persaudaraan senantiasa terus terjaga, menjadi teladan bagi para santri dalam menjaga silaturahmi dan menghormati para guru.

Silaturahmi ini sekaligus menegaskan pesan luhur para ulama bahwa barakah ilmu tidak hanya lahir dari kitab yang dibaca, tetapi juga dari adab menyambung hubungan dengan guru dan keturunannya. Dalam tradisi pesantren, menyambung sanad guru berarti merawat keberlanjutan cahaya ilmu dan akhlak yang diwariskan dari generasi ke generasi. (*)

——————————–

Pewarta: Wildan Miftahussurur

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *