Kedatangan jamaah berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB. Dari total 70 jamaah yang berangkat bersama KBIHU Nurul Qarnain, sebanyak 57 jamaah tiba dan disambut di lingkungan pesantren, sedangkan 13 jamaah lainnya telah lebih dahulu turun di KBIHU Sumberwringin sesuai jadwal kepulangan masing-masing.

Suasana penyambutan berlangsung hangat. Tangis haru, pelukan keluarga, serta lantunan doa mengiringi langkah para jamaah yang baru menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Masyarakat yang hadir berharap dapat memperoleh keberkahan dengan turut menyambut para tamu Allah yang telah kembali ke tanah air.
Usai prosesi penyambutan, seluruh jamaah mengikuti ramah tamah dan makan bersama di Aula Nyai Hj. Halimatuz Zakiyah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mauizah hasanah yang disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah.
Beliau mengungkapkan rasa syukur atas kembalinya para jamaah dalam keadaan selamat, seraya mengajak mereka untuk menjaga kemabruran haji yang telah diraih.

“Alhamdulillah, sampean semua dipertemukan kembali di tempat ini. Meskipun ada satu jamaah yang lebih dahulu dipanggil oleh Allah di Tanah Suci. Semoga beliau memperoleh derajat husnul khatimah dan seluruh jamaah yang kembali mendapatkan predikat haji yang mabrur. Karena tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga,” dawuh KH. Yazid Karimullah.
Beliau juga berpesan agar nilai-nilai ibadah haji terus dijaga setelah kembali ke Tanah Air.
“Jangan sampai ibadah yang telah dilaksanakan dengan susah payah terkontaminasi dengan perbuatan maksiat. Jagalah amal, akhlak, dan istikamah dalam ketaatan kepada Allah SWT,” pesan beliau.

Rangkaian penyambutan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh. Seluruh jamaah, keluarga, dan masyarakat yang hadir larut dalam kekhusyukan, memohon agar para jamaah dianugerahi kemabruran serta keberkahan dalam kehidupan mereka.
Melalui penyambutan tersebut, KBIHU Nurul Qarnain kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mendampingi jamaah sejak persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga memberikan pembinaan spiritual setelah kepulangan mereka, sehingga nilai-nilai haji tetap terpelihara dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat. (*)
————————————–
Pewarta: Sulthon Arafat
Editor: Wildan Ms. & Fathorrozi


