Gelombang kedatangan santri telah dimulai sejak Sabtu (27/06/2026). Pada hari pertama, tercatat sebanyak 123 santri resmi memasuki lingkungan pesantren. Memasuki hari Ahad, sejumlah 279 santri yang datang, sehingga aktivitas di seluruh area pesantren tampak lebih ramai dibanding hari sebelumnya.

Santri baru yang datang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, Pulau Madura, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Kedatangan mereka menjadi bagian dari rangkaian pemberangkatan santri baru yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari.
Setibanya di pesantren, para santri bersama wali diarahkan menuju Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Nurul Qarnain untuk mengikuti proses registrasi ulang. Proses administrasi berlangsung secara tertib dengan pendampingan panitia dan pengurus pesantren yang telah bersiaga sejak pagi guna memberikan pelayanan kepada para wali dan santri baru.

Setelah menyelesaikan registrasi, para santri bersama walinya sowan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, beserta ahlul bait. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi penyambutan santri baru sekaligus momentum memohon doa restu sebelum memulai proses pendidikan di pesantren.
Dalam arahannya kepada para wali santri, KH. Yazid Karimullah mengingatkan pentingnya mengikhlaskan putra-putri mereka menuntut ilmu di pesantren serta terus mengiringi perjuangan mereka dengan doa dari rumah.

“Jangan lupa, saya dan keluarga juga didoakan, semoga dikuatkan oleh Allah untuk membimbing dan mendidik putra-putri kalian yang telah menjadi amanah kami ini,” harap pengasuh.
Beliau menyampaikan bahwa pendidikan santri merupakan amanah yang dijalankan oleh pesantren dalam membentuk generasi muslim yang memiliki ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian.

Usai sowan, para santri kemudian diantar menuju kediaman KH. Fawaid Yazid, S.Ag. (bagi santri putra) dan Ning Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd. (bagi santri putri) untuk penandatanganan surat perjanjian, lalu diantar ke asrama sesuai pembagian yang telah ditetapkan. Para pengurus membantu mengarahkan santri menuju kamar masing-masing sekaligus mengenalkan lingkungan pesantren sebagai bagian dari proses adaptasi awal.
Suasana haru tampak mewarnai perpisahan antara orang tua dan putra-putrinya. Setelah memastikan seluruh proses registrasi dan penempatan asrama selesai, para wali santri kembali ke daerah masing-masing, sementara para santri mulai menjalani kehidupan baru sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain. (*)
——————————————
Pewarta: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


