OCA 2026 Resmi Dibuka, KH. Fawaid Yazid Bekali Calon Alumni dengan Nilai Keilmuan dan Pengabdian

JEMBER | nurulqarnain.net – Pondok Pesantren Nurul Qarnain resmi membuka kegiatan Orientasi Calon Alumni (OCA) 2026 pada Ahad malam Senin (21/06/2026) pukul 20.00 WIB di Auditorium KH. Yazid Karimullah. Kegiatan yang diikuti lebih dari 200 santri tingkat akhir tersebut menjadi bagian dari pembekalan menjelang kepulangan mereka ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pendidikan di pesantren.

Dengan mengusung tema “Meneguhkan Militansi Santri dalam Bingkai Keilmuan, Keimanan, dan Kepemimpinan Modern”, OCA 2026 diharapkan mampu mempersiapkan para calon alumni agar tetap membawa nilai-nilai kepesantrenan di mana pun mereka berada.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Pengasuh Bidang Kepesantrenan, KH. Fawaid Yazid, S.Ag. Dalam arahannya, beliau mengingatkan kembali materi yang pernah diterima para santri saat mengikuti Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OP2), khususnya mengenai tujuan utama dalam menuntut ilmu.

Menurut beliau, terdapat tiga tujuan pokok yang harus menjadi landasan setiap santri dalam mencari ilmu, yaitu mengharap rida Allah SWT, menghilangkan kebodohan baik pada diri sendiri maupun orang lain, serta menghidupkan ajaran Islam di tengah kehidupan masyarakat.

“Kenapa mencari ilmu itu penting? Karena agama tidak akan kuat dan kokoh tanpa adanya ilmu,” tegas beliau di hadapan para peserta.

Beliau menjelaskan bahwa para santri yang sebentar lagi akan kembali ke masyarakat memiliki tanggung jawab besar untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Kehadiran alumni di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat, solusi, dan kebahagiaan bagi lingkungan sekitarnya.

“Ilmu yang telah diperoleh di pesantren jangan berhenti pada diri sendiri. Jadikan ilmu itu bermanfaat dan mampu membantu masyarakat,” pesan beliau.

Dalam kesempatan tersebut, Lora Fawaid juga menitipkan beberapa pesan penting kepada seluruh calon alumni. Pertama, agar mereka menjaga nama baik pesantren dengan akhlak dan pengamalan ilmunya. Kedua, agar hubungan dengan pesantren tetap terjalin meskipun telah resmi menjadi alumni.

Bagi beliau, hubungan tersebut tidak hanya diwujudkan secara lahiriah melalui kehadiran dalam berbagai kegiatan pesantren seperti Ratibul Haddad, malam Jumat Manis, dan haul pesantren, tetapi juga secara batin dengan terus mendoakan masyayikh, pengasuh, keluarga pesantren, serta Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Selain itu, beliau juga berpesan agar para alumni tetap istikamah menjaga amalan, zikir, dan wirid yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan santri di pesantren.

 

“Jangan sampai amalan yang sudah menjadi kebiasaan selama mondok ditinggalkan setelah pulang. Karena itulah yang akan menjaga kita dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan pembukaan OCA 2026 berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian acara dengan serius sebagai bekal awal memasuki fase baru kehidupan sebagai alumni Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH. Fawaid Yazid. Beliau memohon keberkahan, kemudahan, dan kesuksesan bagi seluruh calon alumni agar mampu mengemban amanah keilmuan serta memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (*)

—————————————–

Pewarta: Safiroh Adania

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *