Dalam tausiahnya, beliau menuturkan sejumlah pesan penting sebagai bekal ruhani bagi para jamaah. Beliau menekankan bahwa untuk meraih haji yang mabrur, setiap calon jamaah haji harus menjaga lisan, pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat.
“Menjaga lisan sangat penting, karena akan menginjak Tanah Haram. Begitu pula menjaga mata dan anggota tubuh lainnya, agar tidak melakukan hal yang dilarang Allah. Jika semua itu dijaga, insya Allah dosa akan diampuni dan jamaah kembali seperti bayi yang baru lahir,” tutur beliau.

KH. Yazid juga mengajak jamaah untuk memperbanyak istigfar serta meluruskan niat. Menurut beliau, niat yang benar menjadi fondasi utama ibadah yang diterima, sebab setan senantiasa berusaha menggagalkan manusia dalam menunaikan amal salih.
“Menjaga niat ini juga penting, sebab banyak orang gagal dikarenakan salah niat,” tegas beliau.
Beliau juga menyampaikan bahwa orang-orang yang turut mengantar dan menjemput jamaah haji memiliki peluang untuk mendapatkan syafaat Rasulullah, dengan catatan, apabila niatnya tulus karena Allah SWT.
Acara pelepasan tersebut ditutup dengan doa bersama. KH. Yazid Karimullah memohon agar seluruh jamaah haji diberi keselamatan, kemudahan dalam menunaikan seluruh rukun dan wajib haji, serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, juga mendapatkan predikat haji yang mabrur. (*)
————————————-
Pewarta: Silfin & Wildan
Editor: Fathorrozi


