Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Maulid Nabi dan Haflatul Imtihan di Nurul Qarnain Jember

JEMBER | nurulqarnain.net – Puluhan ribu jamaah memadati Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono Jember, pada Kamis malam Jumat (27/8/2026). Mereka terdiri dari wali santri, santri, dewan guru, tamu undangan, simpatisan, hingga unsur Muspika Kecamatan Sukowono.

Kehadiran massa dalam jumlah besar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haflatul Imtihan Pondok Pesantren Nurul Qarnain. Berpusat di halaman pesantren, acara berlangsung khidmat dan sarat pesan keagamaan, khususnya tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW, keikhlasan dalam menuntut ilmu, serta pentingnya menjadikan akhlak Nabi sebagai pedoman kehidupan.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah, dalam sambutan menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi telah menjadi tradisi yang dilestarikan selama puluhan tahun. Beliau menyebut telah mendapatkan istikamah dari Allah SWT untuk memperingati Maulid Nabi selama 58 tahun.

“Semua ini semata-mata karena cinta kepada Nabi. Kalau tidak cinta, pasti hadirin akan pulang. Kalau orang sudah cinta kepada Nabi, maka tidak perlu ragu lagi,” tutur KH. Yazid.

Beliau juga mengingatkan para wali santri agar menjaga keikhlasan dalam menitipkan putra-putrinya di pesantren. Menurutnya, tujuan utama pendidikan pesantren bukan sekadar mendapatkan pekerjaan, melainkan memperoleh ilmu dan membentuk generasi yang mampu membawa keselamatan dunia dan akhirat.

“Tujuannya adalah ingin mengharapkan anak yang bisa menyelamatkan dunia dan akhirat. Jangan punya tujuan untuk mencari pekerjaan,” tegas beliau.

Pesan tentang cinta kepada Rasulullah juga mengemuka dalam ceramah KH. Tauhidullah Badri Masduki, Pengasuh Pondok Pesantren Badridduja Kraksaan, Probolinggo. Beliau menegaskan bahwa cinta kepada Nabi tidak cukup berhenti pada ucapan dan perayaan Maulid, tetapi harus dibuktikan dengan meneladani akhlak dan sunah beliau.

Menurutnya, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam menjaga perasaan, kehormatan, dan aib orang lain. Oleh karena itu, jamaah diajak memperbanyak shalawat, mempelajari kehidupan Rasulullah, serta membawa akhlak beliau ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka kita harus berusaha meniru akhlak beliau, mengikuti sunah beliau,” pesannya.

Sementara itu, KH. Muhammad Al-Faiz Sa’di Amir, Lc., M.Ag., Pengasuh Pondok Pesantren Jalaluddin Ar Rumi Jenggawah Jember, mengajak jamaah, khususnya para santri, menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak dini.

Gus Faiz menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi harus hadir dalam aktivitas sehari-hari, salah satunya dengan memperbanyak shalawat. Beliau juga mengingatkan agar umat tidak mudah mengeluh atas nikmat Allah dan tidak buru-buru menganggap sesuatu yang tidak sesuai harapan sebagai musibah.

“Di mana pun kalian berada, jadikan aktivitas harian kita kesempatan untuk selalu bershalawat kepada Rasulullah,” tuturnya.

Tiga tausiah tersebut menjadikan peringatan Maulid Nabi dan Haflatul Imtihan Nurul Qarnain Jember bukan sekadar seremoni tahunan. Di tengah lautan jamaah, pesan yang mengemuka adalah bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diterjemahkan menjadi keikhlasan, akhlak, ilmu, shalawat, dan keteladanan dalam kehidupan. (*)

———————————-

Juru Berita: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *