Puncak Haul Majemuk 2025, KH. Yazid Karimullah Tekankan Alumni Nyambung kepada Pesantren

JEMBER_nurulqarnain.net – Haul Majemuk 2025 di Pondok Pesantren Nurul Qarnain berlangsung penuh khidmat pada Rabu (19/11/2025) bertempat di Auditorium KH. Yazid Karimullah. Suasana penuh kehangatan menyelimuti pertemuan akbar yang dihadiri para alumni, wali santri, simpatisan dan santri.

KH. Yazid Karimullah selaku pengasuh menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya haul tahun ini. Beliau menegaskan bahwa haul kali ini sengaja tidak melibatkan banyak kiai dari luar agar pembahasan fokus mengerucut pada satu hal, yaitu kemajuan pendidikan pesantren.

“Saya sengaja tidak mengundang kiai dari luar untuk menyampaikan tausiah, karena saya khususkan haul ini untuk alumni agar nyambung kepada pesantren,” tegas beliau.

KH. Yazid menerangkan bahwa kegiatan ini juga terhubung kepada para guru beliau, terutama KHR. As’ad Syamsul Arifin Sukorejo Situbondo, KH. Abdullah Yaqin Mlokorejo Puger Jember, dan KH. Nawawi Sukowono Jember.

Dalam tausiahnya, KH. Yazid kembali menekankan pentingnya kisah para masyayikh sebagai teladan. Beliau mengutip syair yang dikenal luas di pesantren: dengan menyebut nama orang salih, rahmat Allah turun.

Tidak lupa beliau juga berdoa untuk para alumni.

“Semoga alumni mendapat limpahan rahmat dari Allah,” ungkap KH. Yazid.

Beliau juga memberikan nasihat lembut terhadap para alumni.

“Jika alumni tidak sukses berarti dia tidak nyambung ke pesantren. Hatinya tidak tersambung,” ujar beliau.

Sambungan batin dan ruhiyah itulah yang beliau harapkan dari seluruh alumni yang hadir.

KH. Yazid menegaskan kembali cita-cita luhur pesantren untuk mencerdaskan bangsa dan umat, dunia dan akhirat. Karena itu, haul menjadi momentum untuk meneguhkan arah perjuangannya dalam merintis Pondok Pesantren Nurul Qarnain.

Beliau mengenang sejarah awal pesantren yang berdiri tahun 1968.

“Waktu itu saya memiliki tanah seluas 40 meter, hasil pemberian KH. Nur Dzul Qarnain. Alhamdulillah sekarang sudah berkembang menjadi lima hektar. Semua ini karena berkah dan perjuangan,” tegas beliau.

Salah satu puncak perkembangan itu ditandai dengan perubahan status Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain menjadi Institut Nurul Qarnain pada 14 Desember 2025 nanti. Sebuah capaian besar yang menurut KH. Yazid lahir dari ikhtiar dan tawakkal tanpa henti.

Tidak lupa, KH. Yazid memberikan pesan bagi para orang tua agar membina generasi salih. Tiga poin utama beliau sampaikan, yaitu mencari rezeki halal, memberi kasih sayang yang dapat menyelamatkan anak dari api neraka, serta meneladani ajaran Nabi Ibrahim dimulai dari kesalihan orang tua dan doa agar anak menjadi bagian dari golongan orang salih.

Menutup pesan Haul Majemuk 2025, KH. Yazid memberikan perumpamaan yang menggetarkan hati para hadirin.

“Alumni harus nyambung ke pesantren, sebagaimana lampu yang menyala sebab nyambung ke listrik. Alumni nyambung ke para guru, para guru nyambung ke ulama hingga Rasulullah, dan Rasulullah menyambung kepada Allah,” pungkas beliau.

Haul Majemuk 2025 meninggalkan kesan mendalam: pesantren tumbuh karena sambungan. Sambungan ilmu. Sambungan adab. Sambungan hati. Dan sambungan perjuangan yang tak pernah putus dari masyayikh hingga generasi penerus hari ini. (*)

——————————-

Pewarta: Wildan Miftahussurur & Sulthon Arafat

Editor: Fathorrozi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *