Pada acara tersebut, empat musyrif Lembaga Tahfiz Nurul Qarnain (Madrasatul Qur’an) tampil membacakan 30 juz Al-Qur’an secara tartil dan penuh penghayatan, yakni Ustaz Akhmad Munir Mufi, L.C., Ustaz Ali Murtadlo, Ustaz M. Akmal Marzuqin, S.H., dan Ustaz Kholilurrahman, S.Ag.
Simaan 30 juz ini disimak langsung oleh para santri tahfiz Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang duduk rapi dan khusyuk dari awal hingga akhir acara. Setiap ayat yang mengalun tak hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi wasiat spiritual yang terekam dalam batin para santri, sebuah pelajaran tentang kesabaran, ketekunan, dan keindahan mengabdi kepada Al-Qur’an.

Acara dibuka oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, KH. Yazid Karimullah. Beliau menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga sanad keilmuan dan meneruskan perjuangan para pendahulu dengan hati yang jernih dan ikhlas.
Di penghujung kegiatan, KH. Fawaid Yazid menutup acara dengan doa Khatmil Qur’an dan harapan agar barakah Al-Qur’an terus menaungi seluruh keluarga besar pesantren.
Hadirnya para musyrif bersama santri tahfiz dalam satu majelis tadarus tersebut menciptakan suasana yang begitu sakral, seakan ayat demi ayat menjahit kembali ingatan kepada para masyayikh dan menguatkan tekad generasi sekarang untuk melanjutkan amanah ilmu.
Haul Majemuk Masyayikh tahun ini bukan hanya rangkaian pembacaan, tetapi juga perjumpaan jiwa, antara guru dan murid, antara pesantren dan Al-Qur’an, antara masa lalu dan masa depan.

Semoga momentum ini menjadi cahaya yang terus memandu santri-santri Nurul Qarnain dalam menjaga hafalan, memperdalam adab, dan menapaki perjalanan ilmu dengan keteguhan hati. (*)
———————————–
Juru Berita: M. Akmal Marzuqin
Editor: Fathorrozi


