Kegiatan yang digelar pada Rabu pagi (25/06/2026) ini, melibatkan seluruh santri asrama putra dan putri. Mereka tampil dengan barisan tertib, mengenakan pakaian yang telah dihias dengan beragam ornamen islami. Terdapat pula peserta yang menggunakan seragam madrasah, namun ada juga yang menghiasinya dengan corak yang berbeda. Mereka menyusuri rute keliling pondok sembari melantunkan bait-bait Burdah dengan penuh semangat dan kekhusyukan.

Untuk santri putra, rute dimulai dari depan Masjid Dzulqarnain, melewati auditorium, Asrama Ma’had Aly, dan kembali lagi ke asrama putra melalui gerbang utama pesantren. Sedangkan barisan putri memulai perjalanan dari Asrama Darul Kutub dan berhenti di depan dhalem KH. Imam Syafi’i. Derap langkah para santri berpadu dengan gema syair Burdah menciptakan suasana sakral yang menyejukkan hati siapa pun yang menyaksikan.
Acara dibuka secara resmi oleh Nyai Hj. Zulfa Yazid, S.Sos.I., M.Pd., yang dalam sambutannya memberikan pesan mendalam kepada seluruh peserta.
“Jangan kalian niatkan hanya untuk lomba. Niatkanlah bacaan Burdah ini sebagai penyambutan bulan Muharam yang penuh kemuliaan. Jadikan sebagai benteng rohani, dan semoga menjadi doa bagi masa depan kalian,” tutur beliau sebelum melepaskan peserta lomba.

Lomba ini tidak hanya menilai kekompakan barisan dan keindahan vokal, tetapi juga kreativitas dalam menghias kostum serta kekhusyukan dalam membacakan syair. Setiap kelompok menampilkan gaya yang unik, mulai dari nuansa klasik ala pesantren hingga sentuhan lagu islami modern.
Puncak acara ditutup pada malam menyambut 1 Muharam dalam majelis besar bertajuk “Nurul Qarnain Bershalawat”, yang juga menjadi momentum penyerahan hadiah kepada para juara yang disematkan langsung oleh KH. Badrut Tamam, sedangkan juara putri diberikan oleh Nyai Hj. Zulfa Yazid.

Berikut pemenang Lomba Burdah Asrama Putra. Juara I diraih oleh peserta dari Asrama Sunan Ampel, Juara II Asrama Sunan Drajat, dan Juara III Asrama Sunan Giri.
Sementara pemenang Lomba Burdah Asrama Putri, Juara I diraih oleh peserta dari Asrama Darul Minhaj, Juara II Tahfizul Qur’an, dan Juara III diraih oleh santri Asrama Darul Kutub.
Penyerahan hadiah disambut dengan gemuruh takbir serta shalawat yang dilantunkan bersama, membuktikan bahwa kemenangan sejati bukan hanya pada trofi, melainkan terletak pada ruh cinta yang terus tumbuh kepada Nabi Muhammad SAW. (*)
————————————
Reporter: Wildan Miftahussurur
Editor: Fathorrozi


