Madrasah Aliyah (MA) Plus Keterampilan Nurul Qarnain menggelar acara Silaturahmi Segitiga Emas dan sosialisasi program pendidikan pada Sabtu, 15 Februari 2025, di Auditorium KH Yazid Karimullah. Acara ini dihadiri oleh lebih dari lima ratus wali murid dengan tujuan memperkuat kerja sama antara pesantren, madrasah, dan orang tua dalam mendidik generasi yang berilmu dan berakhlakul karimah. Sabtu, (15/02/2025)
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ianatun Nadifa, dilanjutkan dengan sambutan dari KH. Badrut Tamam, yang menekankan pentingnya peran orang tua dalam keberhasilan pendidikan. “Madrasah dan pesantren hanya bagian dari proses. Tanpa dukungan penuh dari orang tua, pendidikan tidak akan berjalan maksimal,” ujarnya.
Sesi pertama acara berisi pemutaran video kegiatan siswa dan ditutup dengan doa oleh KH. Fawaid Yaziz, S.Ag.. Setelah itu, sesi sosialisasi dibuka oleh Ibu Helmik Silvia, S.E., M.Si. sebagai moderator, yang mengantarkan pemaparan Kepala Madrasah LH. Ach Nakhlid Syafii, S.E., M.H. terkait konsep Segitiga Emas.
“Segitiga Emas terdiri dari tiga pilar utama: pesantren, madrasah, dan pengurus sebagai pilar pertama, wali murid sebagai pilar kedua, serta siswa sebagai pilar ketiga. Ketiganya harus bersinergi agar pendidikan dapat berjalan dengan baik,” jelas LH. Ach Nakhlid Syafii.
Selanjutnya, Waka Kurikulum Ayus Yudhistira, S.Pd. menjelaskan sistem pembelajaran dan program keterampilan, diikuti oleh Waka Kesiswaan Yusron Hafidz, S.Pd.I., yang memaparkan 11 kegiatan ekstrakurikuler, termasuk kelas menulis, debat, futsal, pencak silat, dan kesehatan. Ia juga menjelaskan syarat kelulusan siswa kelas XII, seperti hafalan tahlil, dzikir Aqoid 50, hadits, dan tata cara mengkafani jenazah.
Dalam sesi tanya jawab, seorang wali murid bertanya tentang sistem poin kedisiplinan. Ust. Rawakid, S.Pd.I. menjelaskan bahwa sistem poin bertujuan mendidik siswa agar lebih bertanggung jawab. “Siswa tidak langsung diberikan poin, tetapi dibina terlebih dahulu. Jika pelanggaran terus dilakukan, barulah poin diberikan. Namun, siswa juga bisa mengurangi poin dengan inisiatif baik,” terangnya.
Sesi berikutnya membahas sistem smart pesantren dan e-Maal, yang dipaparkan oleh Ust. Sugik. Ia menjelaskan manfaat teknologi ini dalam memantau perkembangan siswa serta mempermudah pembayaran dan transaksi keuangan agar lebih aman.
Terakhir, Bapak Shodiq Muchtar, S.E. selaku Wakil Kepala Madrasah menjelaskan alokasi pembiayaan pendidikan. “Pendidikan berkualitas tentu membutuhkan dukungan finansial yang sebanding. Oleh karena itu, kami berusaha memastikan bahwa dana yang diberikan wali murid benar-benar digunakan untuk kepentingan terbaik bagi siswa,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi diskusi, di mana beberapa wali murid menyampaikan usulan terkait kegiatan setelah ujian semester. Waka Kesiswaan menjawab bahwa tidak ada libur panjang, tetapi siswa akan mengikuti class meeting dan program keterampilan lainnya.
Menjelang adzan Dhuhur, acara diakhiri dengan doa kafaratul majelis. Suasana penuh kehangatan dan antusiasme dari wali murid menunjukkan tingginya harapan dan dukungan terhadap pendidikan di MA Plus Keterampilan Nurul Qarnain.
Pewarta: M. Akmal
Editor: Wildan Ms


