Wisuda Kedua MDMT dan MDMA Nurul Qarnain

Rabu (1/6/2022) Madrasah Diniyah Muadalah Tsanawiyah (MDMT) dan Madrasah Diniyah Muadalah Aliyah (MDMA) menggelar acara wisuda kedua.

Acara wisuda diawali dengan kirab peserta wisuda dari halaman asrama putri menuju gedung audititorium KH Yazid Karimullah (tempat prosesi wisuda).

Acara ini dihadiri oleh pengasuh, KH. Yazid Karimullah, wakil pengasuh I, KH Fawaid Yazid, Ustaz Asmuki, dan seluruh dewan guru muadalah. Wali santri juga ikut berpartisipasi mengahadiri acara tersebut.

Wakil pengasuh I, KH. Fawaid Yazid, berpesan kepada para wisudawan agar setelah diwisuda mereka lebih rajin belajar.

“Harapan saya kepada para wisudawan dan wisudawati, adanya wisuda ini bukan berarti berakhir (masa belajarnya). Setelah wisuda ini harus tambah rajin lagi. Sesudah wisuda dipersilakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.”

Beliau juga menyampaikan turut berbahagia dan bangga atas diselenggarakannya wisuda  madrasah diniyah muadalah.

Pada tahun ajaran 2020-2021 ini, Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), mewisuda sebanyak 135 santri; 52 siswa MDMT putra, 36 MDMT putri, 23 MDMA putra, dan 24 MDMA putri.

Prosesi wisuda ini juga turut dihadiri oleh Bapak Kemenag Jember yang diwakili oleh Bapak H. Faisol Abrori, M.Pd.I (Kasi PDMA Kabupaten Jember). Bapak Faisol menyampaikan keistimewaan-keistimewaan belajar di muadalah.

“Pendidikan Muadalah ini adalah pendidikan formal. Secara pembinaan Kementerian Agama tidak punya akses untuk membina muadalah, karena yang membina muadalah langsung dari Direktorat Jakarta. Inilah salah satu keistimewaan muadalah.”

Bapak Faisol juga menyampaikan bahwa lulusan muadalah diakui ijazahnya di Indonesia maupun di luar negeri.

“Lulusan muadalah, kalo jenengan (kalian) mau kuliah ke luar negeri, mau kuliah ke Turki, mau kuliah ke Al-Azhar. Itu (kalau lulusan muadalah), Insya Allah tanpa tes. Jadi, lulusan muadalah ini bukan hanya diakui di dalam negeri, tapi juga diakui di luar negeri,” pungkasnya.

Dalam proses wisuda muadalah ini panitia juga melakukan ujian terbuka kepada peserta wisuda. Peserta yang terpilih dari MDMA adalah Muhammad Ali Imron. Peserta ini membacakan kitab Fathul Mu’in tanpa makna dan tanpa harkat. Penguji juga memberikan pertanyaan seputar ilmu nahwu dan sharraf kepadanya. 

Sementara, peserta ujian terbuka dari MDMT yang dipilih adalah Nawira. Peserta ini membacakan kitab Fathul Qarib tanpa makna dan tanpa harkat. Sama halnya dengan Imron, penguji juga memberikan pertanyaan seputar nahwu dan sharraf kepada Nawira. Kedua peserta ini menjawab dengan tepat dan lugas seluruh pertanyaan dari penguji.

Acara puncak dari wisuda, yaitu pengukuhan wisudawan dan wisudawati MDMT, dilanjutkan dengan pengukuhan wisudawan dan wisudawati MDMA.

Pengukuhan berlangsung khidmat. Dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Wisudawan dan Wisudawati Terbaik dari MDMT dan MDMA. Wisudawan-wisudawati terbaik MDMT diberikan kepada Ersya Fikri Reihan Syaputra. Wisudawan-wisudawati terbaik MDMA diberikan kepada Sofiatul Aini.

Orasi ilmiah disampaikan oleh Ustaz Dr. Asmuki., M.Pd. Ia menyampaikan pentingnya generasi muslim untuk meneruskan pembelajaran kitab kuning.

“Pondok persanten itu ciri khasnya adalah pembelajaran kitab kuningnya jadi ini harus dilestarikan,” tandasnya. Ia juga menyampaikan agar orangtua dan guru bersinergi untuk mendukung putra putrinya untuk giat belajar di pesantren. Terutama mempelajari kitab kuning.

Acara wisuda ditutup dengan doa yang dipimpin oleh wakil pengasuh I, KH. Fawaid Yazid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *